1.000 Mushaf Al-Qur’an Bantu Rohingya di Myanmar Belajar Agama

Seribu mushaf Al-Qur’an disampaikan untuk Rohingya di Arakan, Myanmar. Bantuan ini diharapkan mendukung pengungsi Rohingya dalam memperdalam ilmu agama.

bantuan mushaf alquran
Anak-anak pengungsi Rohingya menerima bantuan mushaf Al-Qur’an. (ACTNews)

ACTNews, ARAKAN – Kemiskinan membuat pengungsi Rohingya di Myanmar tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok dan pendukung. Sebagai seorang muslim, kondisi itu juga menghambat mereka mempelajari Al-Qur’an karena tidak bisa membeli mushaf.

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap menjelaskan, bukan hanya tidak memiliki biaya, muslim Rohingya juga kesulitan akses mendapatkan Al-Qur’an dan buku-buku keagamaan.

“Untuk mendukung sadara Rohingya di Myanmar dalam memperdalam ilmu agama, pertengahan Desember ini, ACT menyampaikan bantuan Sahabat Dermawan berupa mushaf Al-Qur’an. Seribu mushaf dibagikan. Bantuan kita khususkan lebih banyak kepada anak-anak Rohingya yang masih dalam tahap belajar mengaji,” jelas Firdaus.

Bantuan mushaf Al-Qur’an diharapkan menjadi sebuah dukungan yang melambangkan kehadiran dermawan Indonesia untuk Rohingya. Selama ini, Rohingnya telah menjadi kelompok yang tertindas. Berbagai diskriminasi dan kekejian mereka alami hingga terpaksa jadi pengungsi di negeri sendiri (internal displaces people). Di Arakan–sebuah dataran di sepanjang pantai timur Teluk Benggala di Myanmar–ratusan ribu etnis Rohingya bermukim di wilayah seluas 35 ribu kilometer.

Membentang dari Sungai Naf di perbatasan Chittagong ke Semenanjung Negarise, Arakan juga berada tepat di sebelah timur Bangladesh. Meski secara politis Arakan masuk wilayah negara Myanmar, namun secara fisiografis, alam Arakan terpisah dari negeri yang dulu bernama Burma tersebut. Di sana, pengungsi Rohingya hidup dalam kemiskinan yang parah. Berbagai permasalahan kemanusian harus mereka hadapi tiap hari.[]