10 Ribu Anak Meninggal dan Terluka Imbas Konflik Yaman

Imbas konflik berkepanjangan di Yaman, 10 ribu anak telah meninggal dan terluka. Sementara mereka yang bertahan, harus hidup dalam belenggu krisis kemanusiaan parah.

krisis yaman
Ilustrasi. Anak-anak menjadi yang paling terdampak dalam konflik di Yaman. (Anadolu Agency)

ACTNews, YAMAN – Dalam setiap konflik, hadirnya korban anak-anak menjadi hal yang paling memilukan. Termasuk di Yaman. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, sedikitnya 10 ribu anak di Yaman meninggal atau terluka imbas konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Konflik Yaman baru saja mencapai tonggak suram. 10 ribu anak telah terbunuh atau cacat sejak konflik yang dimulai pada Maret 2015. Itu setara dengan empat anak setiap hari," kata juru bicara UNICEF James Elder dalam pertemuan organisasi-organisasi yang terintegrasi PBB di Jenewa pada Selasa (19/10/2021).

Jumlah tersebut pun disebut PBB adalah yang terdata oleh mereka. Diperkirakan, jumlah aslinya jauh lebih tinggi, karena banyak kematian dan cedera anak tidak tercatat dan terlaporkan.

PBB diketahui telah lama menyatakan Yaman sebagai rumah bagi krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Negara yang terletak di Semenanjung Arab tersebut, mengalami krisis parah akibat gabungan masalah dari konflik berkepanjangan, kehancuran ekonomi, layanan sosial dan kesehatan yang runtuh, serta bantuan kemanusiaan yang terus berkurang.

Selain itu, PBB juga mencatat empat dari lima anak di Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan. Berarti, jumlah tersebut setara lebih dari 11 juta anak. Sementara 400 ribu anak Yaman dilaporkan menderita malnutrisi akut yang parah dan sangat membutuhkan bantuan pangan mendesak.

Sementara itu, organisasi palang merah internasional menyatakan bahwa mayoritas korban anak-anak adalah mereka yang berusia di bawah 10 tahun.

Salah satu warga Yaman, Moussa Abdullah menceritakan bagaimana ia melihat puluhan warga Yaman, termasuk anak-anak meninggal dan terluka dalam satu hari.

"Serangan udara berlangsung di tengah pasar dan juga mengenai sebuah bus yang membawa anak-anak. Pada saat itu, toko kami buka dan beroperasi seperti biasa. Korban meninggal yaitu warga lokal, anak-anak, dan pemilik toko," kenang Moussa.[]