10 Tahun Nihil Pekurban, Kampung Sakai Akhirnya Selenggarakan Kurban

"Terakhir berkurban tahun 2010. Kami bersyukur dengan adanya penyembelihan hewan kurban di sini, selain mendapatkan daging kami juga bisa merasakan suasana penyembelihan itu seperti apa. Ini juga menumbuhkan semangat bergotong royong masyarakat,“ ungkap Ucok, warga Kampung Sakai.

10 Tahun Nihil Pekurban, Kampung Sakai Akhirnya Selenggarakan Kurban' photo
Warga Kampung Sakai, Kabupaten Bengkalis bahagia mendapatkan daging kurban setelah 10 tahun tidak ada penyembelihan hewan kurban di kampung mereka. (ACTNews/Auzar)

ACTNews, BENGKALIS – Iduladha 1441 H terasa berbeda bagi warga suku Sakai di Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. Setelah 10 tahun lamanya tidak ada kurban di sana, warga dibuat bahagia dengan adanya penyembelihan kurban dari Global Qurban - ACT di kampung mereka, Jumat (31/7).

Satu dekade dilalui warga Kampung Sakai tanpa adanya penyembelihan hewan kurban saat Iduladha tiba. Hal ini disampaikan Ucok, Ketua RT 02 Kampung Sakai, yang sudah 20 tahun menetap di sana. adalah waktu yang cukup lama bagi 

“Kami sudah lama tidak berkurban. Terakhir berkurban tahun 2010. Dua tahun ini warga hanya mendapatkan daging kurban bantuan dari Masjid Duri. Kami bersyukur dengan adanya penyembelihan hewan kurban di sini, selain mendapatkan daging kami juga bisa merasakan suasana penyembelihan itu seperti apa. Ini juga menumbuhkan semangat bergotong royong masyarakat,“ ungkap Ucok.

Usai penyembelihan, pencacahan, dan pengepakan daging yang dilakukan oleh warga setempat, ratusan paket daging kurban dibagikan untuk warga Kampung Sakai. Kampung tersebut dihuni 100 keluarga atau 260 jiwa.

Koordinator Program Global Qurban - ACT Duri Syahru Ramadhan mengatakan, kondisi masyarakat setempat yang lama tak menyelenggarakan penyembelihan kurban menjadi salah satu alasan mengapa Kampung Sakai menjadi sasaran distribusi kurban. Selain itu, pendistribusian kurban di kampung tersebut juga sebagai bentuk syiar dakwah agama Islam bagi warga di sana.

Arfai, pengurus dan imam Masjid Al-Ilham, masjid satu-satunya di kampung tersebut, menjelaskan bahwa pengetahuan masyarakat tentang keagamaan di Kampung Sakai masih minim. Arfai sendiri merupakan pendatang yang mengabdikan dirinya di Kampung Sakai untuk mengajarkan ilmu agama. Selama pengabdiannya, ia merasakan betul bahwa warga sangat butuh ilmu dan pemahaman agama Islam.

“Saya sangat bersyukur Global Qurban - ACT Duri mendistribusikan kurban di sini karena banyak hal positif yang didapatkan masyarakat. Selain melahirkan sifat gotong royong masyarakat, pelaksanaan kurban di sini juga mengajarkan mereka tentang proses penyembelihan kurban itu seperti apa. Jadi tidak hanya sosial yang mereka dapat daging kurban, tapi juga syiar agamanya,” terang Arfai.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para dermawan yang berkurban melalui Global Qurban. Insyaallah kami masih menerima kurban sahabat dermawan hingga hari tasyrik kedua. Semoga ibadah kurban kita tahun ini diterima Allah,” pungkas Syahru. []


Bagikan