1000 Ton Beras untuk Suriah, Bentuk Konkret Kepedulian Orang Aceh

1000 Ton Beras untuk Suriah, Bentuk Konkret Kepedulian Orang Aceh

ACTNews, BANDA ACEH – Warga Aceh sudah lama dikenal dengan kepedulian mereka terhadap masalah kemanusiaan yang ada. Apalagi kalau menyangkut ukhuwah Islamiyah (kepedulian terhadap sesama umat Islam) dengan kultur kehidupannya yang sangat relijius.     

Antusiasme kepedulian masyarakat Aceh terlihat dari keterlibatan mereka dalam program-program kemanusiaan yang dijalankan ACT. Salah satunya adalah program SKDI, seperti program Kapal Kemanusiaan, dari Kapal Kemanusiaan Somalia, Rohingya, Palestina, hingga Suriah. Warga Aceh menjadi salah satu wilayah penyumbang terbesar dalam program mulia tersebut. Mereka juga pernah menerima secara terbuka para pengungsi Rohingya, yang hidup terkantung-kantung di lautan saat konflik Rohingya memuncak tahun 2015 lalu.   

Kini Warga Aceh dipercaya menjadi tuan rumah pelepasan Kapal Kemanusiaan Suriah (KKS), pengiriman 1000 ton beras yang dikumpulkan dari ribuan petani di sembilan kabupaten/kota di Aceh.     

Menurut Husaini Ismail selaku Kepala Cabang ACT Aceh, proses pengumpulan beras dimulai saat panen raya di sejumlah wilayah di Aceh pada awal Maret lalu.    

“Setelah awal Maret lalu menggelar panen raya di beberapa lokasi di Aceh, alhamdulillah beras 1000 ton sudah terkumpul masuk ke kontainer dan siap didistribusikan ke Pelabuhan Belawan, Medan. Beras berkualitas ini merupakan sumbangan dari warga Indonesia yang kita beli dari para petani Aceh. Ribuan ton beras inilah yang akan dikirim untuk warga Suriah melalui Turki. Insya Allah, ini akan menjadi makanan yang terbaik untuk saudara kita di sana,” tuturnya.

Saat ini proses pemuatan beras masih terus dilakukan. Seribu ton beras akan diangkut oleh 20 truk, yang mana setiap truk berisi dua kontainer beras.       

Rencananya, 15 truk kontainer terakhir akan dilepas bersamaan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, pada Ahad (15/4). Pelepasan beras ini akan didahului oleh acara Tablig Akbar dengan menampilkan tokoh nasional dan tokoh Aceh, serta dihadiri puluhan ribu masyarakat Aceh. 

Sementara Sabtu (21/4), bertepatan dengan hari jadi ACT yang ke-13, ribuan ton beras tersebut akan dilayarkan dari Pelabuhan Belawan, Medan, menuju Pelabuhan Iskenderun, Turki.

Badan Purwanto selaku Koordinator Pelaksana KKS mengungkapkan, 1.000 ton beras yang dikumpulkan dari sembilan kabupaten/kota di Aceh, ditampung di Kilang Padi di Gampong Lam Neuheun, Kecamatan Kute Baru, Kabupaten Aceh Besar.

“Gabah dari petani ditampung di sini, kemudian kami proses di mesin penggilingan dan menjadi beras, baru setelahnya dikemas. Setiap karungnya berisi 25 kg beras. Jadi, total ada 40 ribu karung beras yang akan dimasukkan ke 40 kontainer dan diangkut oleh 20 armada truk besar,” jelasnya. Badan menambahkan proses pemuatan beras ini melibatkan 50 relawan. 

Sementara itu, Husaini mengungkapkan Tablig Akbar yang digelar sebelum keberangkatan puluhan kontainer beras tersebut, merupakan bentuk wujud syukur kepada Allah. Hal ini mengingat hasil panen padi di sejumlah wilayah Aceh amat baik tahun ini. Tablig Akbar ini juga untuk mendoakan warga Suriah, Palestina, Rohingya dan umat Muslim lainnya yang mendapatkan cobaan dari Allah.

“Selain itu, kami lepas Kapal Kemanusiaan Suriah di Mesjid Raya Baiturrahman ini, sebagai wujud nyata menjalin kembali hubungan Aceh-Turki, yang mempunyai hubungan historis yang sangat erat. Dulu, hubungan dagang Aceh-Turki berupa pengiriman rempah-rempah dari Aceh ke Turki. Hari ini, kita ulang sejarah tersebut dengan mengirim 1.000 ton beras pertama ke Turki. Semoga ini menjadi penyemangat masyarakat Aceh juga, baik petani maupun para saudagar generasi mudanya. Kalau membantu orang lain yang kesusahan, insya Allah, Allah akan membantu kita,” pungkasnya.[]

Tag

Belum ada tag sama sekali