11.107 Jiwa Terdampak Bencana Alam di NTT

Pengungsian terbesar diidentifikasi berada di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa (1.803 KK), Lembata 958, Rote Ndao 672 (153 KK), Sumba Barat 284 (63 KK) dan Flores Timur 256.

Warga di Desa Samparong, Kabupaten Sikka, mengungsi karena tempat tinggal mereka diterjang banjir rob. Cuaca buruk menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA — Bencana alam yang dipengaruhi siklon tropis Seroja mendampak 11.107 jiwa di Nusa Tenggara Timur. Dari jumlah tersebut 8.424 jiwa mengungsi, sementara 2.683 jiwa yang terdampak memilih bertahan. Pengungsian terbesar diidentifikasi berada di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa (1.803 KK), Lembata 958, Rote Ndao 672 (153 KK), Sumba Barat 284 (63 KK) dan Flores Timur 256.

Bencana juga berdampak pada kerugian materi yaitu 1.962 unit rumah terdampak. Lalu 119 unit rumah rusak berat, 118 unit rumah rusak sedang, dan 34 unit rumah rusak ringan, sedangkan fasilitas umum  14 unit rusak berat, satu rusak ringan, dan 84 unit lain terdampak. 

Sementara itu, di Jakarta, Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar pada Senin (5/4/2021) menjelaskan, ACT telah menugaskan relawan dari NTB dan wilayah-wilayah sekitar untuk menjangkau lebih dari 11 wilayah kota dan kabupaten di NTT.

“Kami juga akan membuka posko kemanusiaan yang dipusatkan di Flores Timur, sebab, di wilayah tersebut korban cukup banyak. Bantuan medis juga kami siapkan sebagai bentuk pertolongan pertama, ” jelas Ibnu.

Seiring pendirian Posko Kemanusiaan, ACT akan membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan para penyintas. Di samping itu, bantuan logistik juga akan didistribusikan di wilayah-wilayah terdampak.

“Karena saat ini kondisinya masih belum kondusif, maka tim kami sedang berkoordinasi dengan multipihak. Dengan BPBD setempat, pemerintah, dan banyak lembaga lain di lapangan, supaya koordinasi ini bisa memungkinkan proses bantuan tersampaikan dengan sangat cepat dan bisa menyeluruh di semua wilayah,” tutur Ibnu.[]