15.017 Jiwa Merasakan Manfaat Kebaikan dalam Sepekan

Sepekan terakhir, aksi-aksi ACT telah dirasakan oleh 15.017 jiwa. Total ada 35 program yang dilakukan dan menjangkau setiap bidang kehidupan masyarakat.

paket pangan lombok
Ilustrasi. Aksi pembagian paket pangan oleh ACT di Lombok Barat. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN Pekan ketiga Juni 2021, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus meluaskan manfaat di seluruh penjuru negeri. Dalam periode tersebut, tepatnya 19 hingga 25 Juni, total 15.017 jiwa telah merasakan manfaat dari berbagai program ACT yang didukung dermawan.

Sri Eddy Kuncoro dari tim Program ACT, menjelaskan, selama sepekan terakhir total ada 35 program yang masif dilakukan. Program tersebut meliputi bidang pangan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, dan aksi kemanusiaan saat bencana yang terjadi di Indonesia. Aksi-aksi dilakukan di 22 provinsi. 

"Dalam sepekan terakhir sebanyak 330 aksi yang melibatkan 604 relawan, menyentuh 15.017 penerima manfaat dari 2.905 keluarga di 22 provinsi di Indonesia. Aksi-aksi yang dilakukan mulai dari bidang pangan, ekonomi, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan kemanusiaan saat bencana," kata Eddy, Ahad (27/6/2021). 

EEddy melanjutkan, total aksi yang paling banyak dinikmati oleh masyarakat luas ialah penyediaan infrastruktur Sumur Wakaf, baik sumur untuk musala, masjid, pesantren, desa, atau keluarga. Total sumur yang telah dibangun selama sepekan terakhir sebanyak 26 sumur dan dapat dimanfaatkan oleh 5.668 jiwa. Selanjutnya ada program distribusi paket pangan yang telah dinikmati oleh 4.815 jiwa. 

"Aksi di bidang infrastruktur berupa Sumur Wakaf manfaatnya dapat dinikmati oleh banyak jiwa dalam jangka waktu yang panjang,” tambah Eddy.

Selain pangan dan infrastruktur sumur, manfaat pembangunan masjid, sekolah, dan pemberian paket kesehatan juga dapat dirasakan masyarakat banyak. Total jiwa yang merasakan manfaat dari tiga aksi ini sebanyak 3.003 dalam sepekan 

"ACT sebagai lembaga kemanusiaan profesional akan terus melakukan aksi kebaikan yang didukung kedermawanan masyarakat. Sehingga, semakin banyak masyarakat yang tertolong, semakin banyak pula masyarakat yang akan menolong," pungkas Eddy.[]