17 Tahun ACT, Ribuan Aksi Kemanusiaan Global Capai 47 Negara

17 tahun sudah Aksi Cepat Tanggap (ACT) hadir sebagai lembaga kemanusiaan global. Sejak memulai kiprah globalnya, lebih dari 65 juta warga di seluruh dunia, telah dibantu oleh Sahabat Dermawan untuk menghadapi berbagai permasalahan kemanusian. Jumlah tersebut didapat dari 377.181 aksi kemanusiaan yang telah dilakukan.

aksi global act
Lebih dari 65 juta warga dunia terbantu lewat aksi kemanusiaan global ACT. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Kiprah Aksi Cepat Tanggap (ACT) di bidang penanganan bencana, krisis kemanusiaan, dan pembangunan masyarakat telah memasuki tahun ke-17. Meski lahir dan besar di Indonesia, ACT tidak hanya berkutat di negaranya sendiri. Berbagai peristiwa dan bencana kemanusiaan di berbagai belahan di dunia turut disambangi.

Sejak memulai aksi globalnya pada tahun 2011, hingga saat ini, sebanyak lebih dari 65 juta warga di seluruh dunia, telah dibantu oleh Sahabat Dermawan untuk menghadapi berbagai permasalahan kemanusian. Jumlah tersebut didapat dari 377.181 aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh ACT.

Negara-negara yang memiliki permasalahan kemanusian yang berat, menjadi target dalam distribusi bantuan. Secara keseluruhan, ada 47 negara dan 460 kota di seluruh dunia yang menjadi target distribusi bantuan oleh ACT sepanjang 2011 hingga 2022.

"Awalnya, pada 2011 lalu, jumlah negara yang kami capai hanya sebanyak 4 negara. Tiap tahun, jumlah negara ini pun terus bertambah hingga 47 negara. Insyaallah, pada 2022 ini. Kami mencoba untuk menggapai lebih banyak penerima manfaat di lebih banyak negara. Namun, ikhtiar ini tentu perlu dukungan besar dari Sahabat Dermawan semua," ujar Direktur Global Humanity Network ACT, Andi Noor Faradiba, Kamis (21/4/2022).

Di Asia, negara-negara timur tengah di mana banyak muslim yang hidup dalam kesulitan akibat konflik, banyak menerima bantuan ini.

"Seperti Palestina, Suriah, Turki, hingga Yaman. Di Asia Tenggara juga kita turut hadir untuk muslim di Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh dan India. Lalu juga untuk negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Filipina yang pernah dilanda bencana alam yang besar," kata Faradiba.

Palestina menjadi negara dengan jumlah aksi kemanusiaan terbanyak. Puncaknya adalah bulan Mei lalu, ketika Israel melakukan agresi besar-besarannya ke Gaza yang menyebabkan 257 warga Gaza dinyatakan meninggal dunia, termasuk di antaranya 65 anak-anak, dan 39 perempuan.

Saat itu, ACT dengan gencar memberikan bantuannya ke Gaza. Berbagai aksi mulai dari distribusi bantuan medis, pangan, air bersih, bantuan tempat tinggal, hingga modal usaha untuk memulai hidup baru telah diberikan. Puluhan ribu warga Gaza terbantu melalui aksi-aksi yang dilakukan hampir setiap hari pascaserangan tersebut.


Lumbung Air Wakaf dibangun di Gaza untuk meredam krisis air. (ACTNews)

Sementara di benua Afrika, uluran kedermawanan masyarakat Indonesia hadir untuk warga Ghana, Kenya, Madagaskar, Mali, Somalia, hingga Sudan. Bantuan yang hadir disalurkan dalam berbagai bentuk mulai dari pembuatan Sumur Wakaf untuk menyudahi krisis air hingga bantuan pangan untuk meredam kerawanan pangan yang tinggi di negara-negara Afrika.

"Tidak hanya itu. Sebab populasi Musim di Afrika juga cukup banyak, bantuan ACT juga hadir untuk mendukung peradaban muslim di sana, dari mulai bantuan perlengkapan ibadah, distribusi mushaf Al-Qur'an, hingga membantu merenovasi musala atau masjid milik warga muslim di sana yang telah rusak," jelas Faradiba.

Tidak berhenti di Afrika, derma masyarakat Indonesia juga menjangkau wilayah Eropa. Tepatnya yaitu Bosnia dan Herzegovina yang terletak di Semenanjung Balkan di Selatan Eropa.


Bantuan sampai ke muslim di Eropa yang menghadapi krisis kemanusiaan. (ACTNews)

Negara yang memiliki luas hanya sekitar 51 ribu kilometer tersebut, banyak dihuni oleh para imigran muslim dari timur tengah. Di sana mereka hidup dalam belenggu krisis kemanusiaan. 2021 ini, ACT telah memberikan 2 ton paket pangan dan distribusi mushaf Al-Qur’an untuk ratusan muslim di sana.

"Kami berharap Sahabat Dermawan bisa tetap memberikan bantuan terbaiknya, agar aksi kemanusiaan kami bisa terus berlanjut di tahun 2022. Insyaallah, kebaikan kalian akan mendapat ganjaran terbaik dari Allah SWT," ajak Faradiba. []