17 Tahun Masyarakat Relawan Indonesia Membersamai Tiap Aksi Kebaikan

Sudah 17 tahun Relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) membersamai tiap aksi kebaikan. Dua unsur ini (relawan dan aksi kebaikan) seakan tak bisa dipisahkan.

17 tahun mri
Relawan MRI tengah membantu warga membersihkan sisa material banjir di Sukabumi, Jumat (8/2/2022). (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN — Relawan Masyarakat Relawan Indonesia menjadi aspek penting dalam setiap aksi kebaikan yang hadir di tengah masyarakat. Selama 17 tahun hadir, sebanyak 86.916 masyarakat Indonesia telah bergabung bersama MRI dan terus membersamai banyak aksi kemanusiaan di berbagai penjuru negeri.

Direktur MRI Dwiko Hari Dastriadi mengatakan, relawan dan aksi kemanusiaan seakan tak bisa terpisahkan. Kedua unsur itu saling melengkapi. Di mana ada aksi kemanusiaan, di situ relawan hadir.

"Para relawan telah terlibat dalam pelbagai aksi kemanusiaan di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Bahkan tak hanya ketika bencana alam saja, relawan terlibat aktif dalam kegiatan pemberdayaan, pendidikan, sampai pembangunan desa,” kata Dwiko, Senin (23/5/2022).

Berdasarkan catatan, tahun 2016 sampai 2022 saja relawan MRI telah terlibat dalam 16 ribu lebih aksi kemanusiaan. Salah satu di antaranya ialah pembukaan kelas mengaji serta dakwah di kampung mualaf di Pinrang.

Di usia 17 tahun ini, tambah Dwiko, MRI akan semakin dewasa. Akan semakin banyak juga aksi yang terselenggara di tengah masyarakat dengan melibatkan relawan-relawan kebaikan.


MRI Makassar mengajar mengaji Al-Qur'an anak-anak di musala Kampung Pandang, Ahad (22/5/2022). (ACTNews)

Semua orang bisa menjadi relawan

Semua orang bisa menjadi relawan karena dunia kerelawanan adalah milik siapa saja, baik muda juga tua, pelajar maupun pekerja, tak terbatas profesi serta agama.

"Tidak ada syarat khusus menjadi relawan, asal punya niat dan rasa ikhlas membantu sesama," jelas Dwiko. 

Mulyana (39), merupakan salah satu warga Jakarta Utara yang tergabung bersama MRI. Nelayan kerang di pesisir Jakarta ini mengikuti panggilan jiwanya untuk menolong sesama, sehingga ia menjadi relawan.

"Kalau bukan panggilan jiwa, kita akan merasa berat untuk melakukan aksi kemanusiaan. Tapi karena panggilan jiwa, enteng saja ngelakuinnya gitu. Balik dari laut, capek, enggak masalah," kata Bang Mul, panggilan akrabnya, yang sudah menjadi relawan selama 5 tahun belakangan ini.[]