2,5 Juta Pohon Ditebang Israel, Penyebab Kerusakan Lingkungan di Palestina

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengutuk keras tindakan Israel yang secara sistematis merusak lingkungan di Palestina. Salah satunya adalah penebangan sekitar 2,5 juta pohon.

PM Palestina: 2,5 Juta Pohon Ditebang Israel
Ilustrasi. Israel akan membangun ribuan rumah pemukim ilegal di Tepi Barat. (Reuters/Mohamad Torokman)

ACTNews, RAMALLAH – Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengutuk keras tindakan Israel yang secara sistematis merusak lingkungan di Palestina. Hal ini disampaikan Shtayyeh saat Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau COP 26 di Glasgow, Skotlandia. 

Shtayyeh memaparkan, kerusakan lingkungan yang terjadi di Palestina terlihat dari berbagai tindakan semena-mena yang dilakukan Israel. Tercatat, Israel telah menebang sekitar 2,5 juta pohon di Palestina sejak 1967, yang mana 800 ribu diantaranya adalah pohon zaitun.

Tak hanya menebang pohon saja, Israel juga membangun pemukiman Yahudi ilegal, tambang, dan tempat pembuangan sampah, yang mana merupakan limbah padat, kimia, dan elektronik.

 

"Mereka yang mengamati peta modern Palestina melihat bagaimana lingkungan telah dihancurkan secara sistematis," jelas Shtayyeh.

Shtayyeh mengungkapkan, kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh Israel memberikan dampak negatif yang berlipat ganda terhadap perubahan iklim. Ia menyebut sumber daya mineral dan garam yang terus ditambang industri Israel akan mengakibatkan kekeringan Laut Mati pada 2044 mendatang.

“Pendudukan Israel adalah batu sandungan utama bagi pembangunan berkelanjutan di Palestina. Pendudukan harus segera diakhiri sehingga rakyat kita dapat hidup dalam kebebasan dan martabat dan dapat melakukannya di wilayah merdeka dengan ibukotanya Yerusalem,” tegas Shtayyeh.[]