20 Juta Warga di Tanduk Afrika Butuh Bantuan Mendesak

20 juta warga di Ethiopia, Somalia dan Kenya diperkirakan membutuhkan bantuan pangan mendesak karena kekeringan parah dan konflik yang meningkat di 2022.

Ilustrasi. Kekeringan parah di Semenanjung Timur Afrika. (Dok. Anadolu Agency)

ACTNews, AFRIKA – Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA) menyatakan bahwa lebih dari 20 juta orang di Tanduk Afrika–Ethiopia, Somalia dan Kenya akan membutuhkan bantuan pangan mendesak pada 2022. Kondisi ini meningkat sebanyak lebih dari 70 persen dibandingkan dengan krisis pangan pada 2016 dan 2017.

Peningkatan kebutuhan bantuan pangan disebabkan kekeringan parah di Semenanjung Afrika Timur. Selama musim Oktober hingga Desember 2021, hujan gagal turun ketiga kalinya di sebagian besar Somalia, Ethiopia selatan dan tenggara, juga di Kenya utara dan timur.

Sebagian besar wilayah Tanduk Afrika mengalami kekurangan air dengan kondisi vegetasi yang rendah sehingga sumber pangan dari sektor tanaman jauh berkurang.

Vegetasi yang rusak juga memberikan konsekuensi ke ternak. Para peternak kesulitan mendapat rumput untuk pangan ternaknya.

UNOCHA pun menyebut kegagalan musim hujan yang keempat sangat berpotensi terjadi. Kekeringan diperkirakan akan semakin para melanda wilayah Tanduk Afrika.

Konflik bersenjata juga diperkirakan akan meningkat di wilayah-wilayah tersebut. Hal ini memberi kekhawatiran besar kesenjangan konsumsi pangan rumah tangga.

Menteri Urusan Kemanusiaan Negara Bagian Barat Daya Somalia Abdinasir Arush mengatakan, kekeringan paling parah terjadi di wilayah Teluk dan Bakool di Somalia Tengah.

"Kota-kota di wilayah Bakool mengalami panas yang parah dan kekeringan terburuk. Banyak warga yang menangis minta tolong. Kami berusaha menolong namun sumber daya yang kami miliki sangat terbatas," kata Arush.[]