200 Ribu Warga Palestina Butuh Bantuan Kesehatan

Imbas serangan brutal zionis Israel ke Gaza, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan setidaknya 200 ribu warga Palestina membutuhkan bantuan layanan kesehatan. Sementara ICRC menyebut, butuh bertahun-tahun untuk membangun kembali kerusakan yang terjadi dalam serangan 11 hari Israel.

palestina dapat bantuan
Relawan dokter Indonesia memeriksa kondisi pasien luka di kaki pada pertengahan Mei lalu. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan layanan kesehatan bagi warga Palestina merupakan kebutuhan darurat. Hal ini, merupakan imbas melonjaknya serangan brutal zionis Israel ke Palestina pada Mei lalu. WHO menyebut, setidaknya 200 ribu warga Palestina membutuhkan bantuan layanan kesehatan.

Jumlah tersebut, disebut WHO tidak hanya untuk warga Palestina di Gaza. Namun, juga mencakup di Tepi Barat karena warga Palestina wilayah tersebut kerap kali mendapat penindasan dari zionis Israel yang berjaga di sana.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis WHO pada Rabu (2/6/2021), dinyatakan serangan Israel telah membuat krisis kemanusiaan berkepanjangan yang terjadi di Palestina semakin memburuk. “Lebih dari 77.000 warga Palestina mengungsi dan sekitar 30 fasilitas kesehatan rusak,” tulis WHO dalam pernyataanya, seperti dikutip dari Aljazeera.

WHO pun menyerukan agar ada akses tanpa hambatan untuk bantuan pasokan kebutuhan warga Gaza. Serta orang-orang yang berjibaku dalam bidang bantuan kemanusiaan dan pembangunan hadir di Gaza.

Senada dengan WHO, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) juga menyatakan warga Palestina membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk memulihkan kondisi layanan kesehatan mereka. Setidaknya dibutuhkan 16 juta dolar untuk membantu warga Palestina di Gaza dalam sektor pelayanan kesehatan.

“Ketakutan, kecemasan, dan stres adalah kata-kata kunci yang saya dengar berulang kali. Bahkan jika eskalasinya lebih pendek dari situasi sebelumnya, akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun kembali apa yang rusak hanya dalam 11 hari,” ujar kepala ICRC Robert Mardini setelah mengunjungi wilayah Gaza yang dihancurkan oleh pemboman Israel.

Mendapati fakta tersebut, Aksi Cepat Tanggap mengajak seluruh Sahabat Dermawan untuk dapat memberikan bantuan terbaik sebagai upaya memulihkan kondisi Palestina. “Dengan bantuan terbaik Sahabat Dermawan, maka proses ikhtiar pemulihan bisa dibantu lebih banyak pihak,” ujar Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response ACT, Ahad (6/6/2021).

Sejauh ini, bantuan kemanusian yang masuk melalui ACT telah dialokasikan ke dalam beberapa bentuk program. Dalam bidang kesehatan, ada bantuan medis, pengadaan ambulans, bantuan tunai untuk para pasien, hingga bantuan bahan bakar untuk generator rumah sakit, agar listrik tetap menyala dan pengobatan warga Gaza yang terluka bisa terus dilakukan.[]