22 Orang Meninggal, Ratusan Orang Terluka di Jalur Gaza

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina per Selasa (11/5/2021) pukul 5.30 waktu setempat, 22 orang meninggal dan 106 orang terluka, akibat serangan angkatan bersenjata Israel ke Jalur Gaza. Serangan ini terus berlanjut hingga tengah malam. Pemandangan langit Gaza yang hitam berubah menjadi merah karena roket-roket Israel yang melintas di atas rumah warga.

Serangan di Gaza
Sebuah gedung di Gaza turut mengalami kerusakan akibat serangan udara Israel. (ACTNews)

ACTNews, GAZA Menjelang magrib waktu Gaza, Senin (10/5/2021), Israel meluncurkan serangan udara ke Jalur Gaza dan menewaskan 22 orang, 9 diantaranya adalah anak-anak, selain itu 106 orang lainnya terluka.

Berdasarkan laporan tim Aksi Cepat Tanggap di Gaza, korban jiwa kebanyakan berasal dari wilayah Beit Hanoun, Jabalia, Mid area Deir Al Balah, Nusairat, dan ledakan terjadi hampir di seluruh  Jalur Gaza. 

Serangan ini terus berlanjut hingga tengah malam. Pemandangan langit Gaza yang hitam berubah menjadi merah karena roket-roket Israel yang melintas di atas rumah warga. Serangan sejumlah bangunan hancur dan asap hitam mengepul di sekitarnya.

“Serangan Israel berlanjut terus, kami masih mendengar suara ledakan. Serangan acak menargetkan rumah, anak-anak dan lahan-lahan pertanian. Kami menyerukan untuk terus melindungi Gaza dan orang-orang Palestina dari serangan ini,” ujar Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap Palestina Tahany Ahmed Qasim, langsung dari Gaza.

Tahany menjelaskan, semua warga Gaza tidak bisa tidur di malam itu karena ketakutan dengan ledakan yang terjadi dimana-mana. Ia melanjutkan, serangan ini menambah catatan brutal Israel yang sebelumnya melakukan pengusiran paksa warga Palestina di pemukiman Sheikh Jarrah di Yerusalem dan menyerang orang-orang yang sedang melakukan i'tikaf di Masjid  Al Aqsa.

Insiden di Sheikh Jarrah membuat 500 orang terancam kehilangan tempat tinggal sementara serangan angkatan bersenjata Israel di Al Aqsa membuat 520 orang terluka dan harus dilarikan pusat medis terdekat.

Sementara itu, berdasarkan tim medis Klinik Dermawan Indonesia Aksi Cepat Tanggap, lebih dari 10 orang korban serangan udara saat ini sedang berjuang untuk hidup dan  dirawat di ruangan  intensif sejumlah rumah sakit.

Saat serangan udara terjadi, situasi mengharukan terlihat ketika beberapa warga berlarian mencari tempat yang aman. Sayangnya, di situasi seperti ini, tidak ada yang bisa memastikan tempat aman karena udara bisa menghantam dimana saja. Israel meluncurkan serangan membabi buta tanpa memperdulikan pemukiman warga.[]