27,5 Juta Penduduk Indonesia Masih Hidup Miskin

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data jumlah penduduk miskin di Indonesia menembus angka 27,54 juta jiwa. Hal ini menjadikan hampir 10 persen penduduk Indonesia dijerat kemiskinan.

Makan Gratis ACT
Ilustrasi. Seorang Pedagang Asongan di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta. (ACTNews/Ichsan Ali)

ACTNews, JAKARTA – Isu kemiskinan masih membelenggu Indonesia di usia 76 tahun kemerdekaan. Badan Pusat Statistik (BPS) per kuartal I 2021, menunjukkan penduduk miskin di Indonesia menembus angka 27,54 juta jiwa.

BPS menyebutkan, tolok ukur penduduk miskin ini didasarkan pada masyarakat yang hanya mampu memiliki pendapatan sebesar Rp472.525 per kapita per bulan. Artinya, hampir 10 persen penduduk Indonesia masih memiliki rata-rata pengeluaran per bulan kurang dari Rp472.525.

Jika dilihat secara komposisi daerah, persentase jumlah penduduk miskin masih lebih banyak tinggal di desa daripada di kota. BPS merilis, jumlah penduduk miskin di kota sebesar 7,89 persen, sedangkan di desa mencapai angka 13,10 persen.

Sebagai upaya memerangi kemiskinan di Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT) berikhtiar menghadirkan berbagai aksi kemanusiaan. Salah satunya adalah program Food Careline Services (FCS). Sebuah layanan antar makanan siap santap secara gratis kepada masyarakat yang begitu sulit memenuhi kebutuhan makan harian.

Head of Food Distribution Program ACT Sutaryo mengungkapkan, layanan ini telah hadir sejak 26 Juli 2021 dan terus memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. “Alhamdulillah, ikhtiar lembaga kami dalam program ini per 13 September 2021 itu telah dirasakan 218.024 jiwa dan melibatkan 152 tenaga kerja,” ungkapnya, pada Selasa (14/9/2021).

Sutaryo menambahkan, program Food Careline Services didukung oleh berbagai armada kemanusiaan ACT, mulai dari Humanity Bikers, Humanity Food Van, Humanity Food Truck, dan Humanity Food Bus. Tak hanya itu saja, kehadiran Central Kitchen, mitra warung tegal, dan Rumah Makan Sederhana ikut berpartisipasi dalam program ini.

“Masyarakat bisa langsung menghubungi nomor telepon kami di 0800-1-165-228. Nanti akan ada petugas operator yang siap siaga melayani. Insyaallah ini bagian dari ikhtiar kami di masa pandemi seperti saat ini. Mohon doa dan dukungannya juga dari sahabat dermawan sekalian,” ungkap Sutaryo.[]