30.000 Warga Samarinda Terdampak Banjir

Relawan ACT terus bersiaga di beberapa titik terparah banjir Samarinda, meminimalisir kemungkinan terburuk.

ACTNews, SAMARINDA – Masuk sepekan, banjir di Kalimantan Timur kini masih merendam setidaknya lima kecamatan di Samarinda. Dari data yang berhasil dihimpun tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) di lokasi terdampak banjir, per Rabu (12/6) kemarin setidaknya lebih dari 36 ribu jiwa atau sekitar 12 ribu  kepala keluarga terdampak banjir ini.

Lima kecamatan yang terdampak banjir ialah Samarinda Utara, Sungai Pinang, Samarinda Ulu, Samarinda Ilir serta Sungai Kunjang. Kecamatan Samarinda Utara menjadi yang terparah dengan total jiwa yang terdampak mencapai 13.450 dari 3.996 kepala keluarga.  Ketinggian air banjir di permukiman warga kini berada di titik 25 hingga 125 sentimeter.

Nurani, relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia-ACT Kalimantan Timur pada Kamis (13/6) mengatakan, sampai hari ini, tim MRI-ACT bekerja sama dengan berbagai pihak terus bersiaga di lokasi terdampak banjir. Di berbagai titik banjir relawan disebar untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang masih bertahan di rumah masing-masing atau pengungsian.

“Sampai Rabu (12/6) malam, tim masih terus melakukan evakuasi ke masyarakat yang bertahan di rumah. Kami juga merujuk satu keluarga dari Kelurahan Temindung Permai ke rumah sakit karena kondisinya mengalami sakit. Selain itu, pendistribusian logistik yang dihimpun dari berbagai pihak juga diamanahkan ke tim MRI-ACT Kaltim,” jelasnya.

Di lokasi banjir, masih banyak warga yang enggan mengungsi. Ketinggian air yang tak sampai melebihi ketinggian orang dewasa menjadi alasan mereka bertahan di rumah sekaligus menjaga harta benda.


Berdasarkan pengamatan tim ACT di lokasi, banjir merendam permukiman padat penduduk di Samarinda, seperti di Perumahan  Griya Mukti, Samarinda Timur. Tinggi permukaan air di sana ada yang mencapai tinggi 125 sentimeter. Walau tak sampai memakan korban jiwa, banjir ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat termasuk perekonomian di Samarinda.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan cuaca Samarinda tiga hari ke depan masih didominasi berawan dan diguyur hujan. Keadaan ini yang perlu diwaspadai masyarakat untuk tetap waspada dengan banjir yang sewaktu-waktu bisa datang. “Masyarakat diminta tetap waspada dengan cuaca yang masih belum menentu,” himbau Nurani dari relawan MRI-ACT.[]