400 Ribu Anak di Yaman Terancam Meninggal 2021 ini karena Malnutrisi

Seiring dengan konflik, kemerosotan ekonomi, pandemi Covid-19, dan kurangnya donasi yang masuk, membuat kasus malnutrisi di Yaman menjadi sangat tinggi. Diperkirakan 400 ribu anak di Yaman dengan usia di bawah 5 tahun, akan kehilangan nyawanya karena malnutrisi pada tahun ini

Ilustrasi. Potret salah satu anak di Yaman dalam tenda pengungsian. (ACTNews)
Ilustrasi. Potret salah satu anak di Yaman dalam tenda pengungsian. (ACTNews)

ACTNews, YAMAN – Sedikitnya 400.000 anak di Yaman dengan usia di bawah lima tahun, diperkirakan akan kehilangan nyawanya karena malnutrisi pada tahun 2021 ini. Dilansir Reuters, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut, tingginya angka malnutrisi anak di Yaman disebabkan krisis dan konflik berkepanjangan yang menyelimuti Yaman.

Konflik yang menyebabkan kerawanan pangan membuat warga Yaman kesulitan membeli kebutuhan pangan. Ditambah lagi adanya pandemi Covid-19 yang menambah kesulitan hidup mereka. Dalam laporan yang terbit Februari lalu, jumlah anak dibawah usia lima tahun yang terancam meninggal naik 22 persen ketimbang tahun 2020 lalu.

Bukan hanya anak-anak, tiap anak yang mengalami malnutrisi merupakan cerminan dari kondisi keluarga mereka. Sehingga semakin banyak anak yang mengalami malnutrisi, tandanya semakin banyak pula keluarga di Yaman yang alami kerawanan pangan.

Selain itu, di 2021 ini, World Food Programme menyatakan, sekitar 2,3 juta anak di bawah usia lima tahun, diperkirakan akan menderita kekurangan gizi akut pada tahun ini. Angka tersebut juga bertambah tiap tahunnya seiring tidak kunjung terselesaikannya konflik di Yaman.

Seiring dengan konflik, kemerosotan ekonomi, dan pandemi Covid-19, kurangnya donasi yang masuk pada tahun 2020 juga berkontribusi pada memburuknya krisis kemanusiaan di Yaman. Banyak lembaga atau layanan yang bertugas mencegah jutaan orang dari kelaparan dan penyakit, secara bertahap mengalami penutupan karena kekurangan dana.

Firdaus Guritno dari Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap menjelaskan, melalui berbagai program kemanusiaan bantuan untuk Yaman terus diikhtiarkan. “Kami paham, sejak pandemi Covid-19 melanda, kondisi dunia semakin tidak stabil. Semua penduduk bumi turut merasakan dampaknya. Namun, bagi kita yang masih bisa bertahan, marilah kita eratkan dukungan untuk membantu mereka yang lebih membutuhkan pertolongan. Mereka antara lain para korban konflik kemanusiaan, tidak terkecuali di Yaman,” kata Firdaus.

Sejauh ini, program-program yang diluncurkan ACT dalam membantu masyarakat Yaman adalah bantuan pangan, bantuan kesehatan, dan air bersih. Ia pun berharap. Bantuan kemanusiaan dari Indonesia bisa terus membersamai masyarakat Yaman.[]