50 Tahun Menanti, Warga Pulau Labun Nikmati Daging Kurban Sapi

Terletak di kepulauan terluar NKRI, pekurban di Pulau Labun, Kota Batam amat jarang. Pada implementasi Global Qurban - ACT kali ini, warga mengaku, sudah 50 tahun tidak ada kurban sapi di tempat tinggal mereka.

50 Tahun Menanti, Warga Pulau Labun Nikmati Daging Kurban Sapi' photo
Warga Pulau Labun di Kota Batam menerima kurban daging sapi Global Qurban - ACT, Jumat (31/7). (ACTNews)

ACTNews, BATAM Sudah 50 tahun belum pernah ada orang yang berkurban sapi di Pulau Labun, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Imam masjid di Pulau Labun, Salim, bercerita sejak istrinya lahir di Pulau Labun 50 tahun lalu, belum pernah ada sapi yang dikurbankan saat hari raya Iduladha. Kurban kambing pun hanya jika ada kenduri di masyarakat. Sesekali, masyarakat memang menikmati daging sapi yang diantar orang dari seberang pulau.

“(Kurban) sapi sudah 50 tahun lah mungkin. Istri saya sejak lahir di Labun belum pernah ada yang kurban sapi. Jadi ini sapi pertama kami setelah 50 tahun,” ungkap Salim.

Antusias masyarakat pulau Labun terlihat jelas saat sapi dari Global Qurban - ACT disembelih di tanah kosong yang biasa dijadikan tempat berkumpul masyarakat. Wajah bahagia tampak dari masyarakat yang menyaksikan penyelenggaraan kurban. Sebanyak 100 pak daging didistribusikan untuk masyarakat pulau Labun, Jumat (31/7). 

Sebagian besar penduduk Pulau Labun adalah nelayan tradisional yang mencari ikan di perairan perbatasan Indonesia. Mereka melaut di lautan internasional yang sering dilalui kapal-kapal besar yang ingin berlabuh di negara tetangga.

Pulau Labun merupakan salah satu pulau yang letaknya sangat dekat dengan negara tetangga, Singapura, hanya berjarak 28 kilometer. Sejauh mata memandang tingginya gedung pencakar langit terlihat jelas dari Pulau Labun.

Nofran Reko dari Tim Program Global Qurban - ACT Kepulauan Riau mengungkapkan, Global Qurban - ACT akan berikhtiar terbaik untuk Kepulauan Riau kedepannya. Kepulauan Riau yang berupa kepulauan jadi tantangan sekaligus penyemangat tim untuk mengantarkan amanah daging kurban ke mereka yang berhak.

“Kepulauan Riau memiliki keunikan di antara, daratannya hanya sepuluh persen saja, tentu jadi tantangan. Untuk kali ini kami antarkan kurban untuk masyarakat pulau Labun, mudah-mudahan kedepannya kita mampu mengirimkan daging kurban di seluruh pulau-pulau di Kepulauan Riau,” ungkap Nofran.

Gugusan pulau di Kepulauan Riau berjumlah 2.408 pulau. Hampir sembilan puluh persen wilayahnya merupakan lautan. Akses antar kabupaten dan kota ditempuh menggunakan kapal besar, dan pulau-pulau kecil di tiap kabupaten kotanya dapat diakses dengan pompong.

Global Qurban - ACT pada idul adha tahun ini ikhtiarkan mampu menjangkau seluruh provinsi di Indonesia dan 50 negara di dunia, meski pandemi Global Qurban akan berusaha berikan yang terbaik untuk bahagiakan umat.[]


Bagikan