50 Unit Sumur Wakaf Genap Dibangun di Gaza

Sumur Wakaf ke-50 tengah dibangun di daerah Al Jurn, Gaza Utara. Al-Jurn dikenal sebagai salah satu daerah paling padat dan termiskin di Gaza Utara.

Sumur wakaf palestina
Pembangunan Sumur Wakaf ke-50 di Gaza. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Genap sudah 50 unit Sumur Wakaf dermawan dibangun oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Gaza, Palestina. Firdaus Guritno sebagai Tim Global Humanity Network ACT menilai, hal ini menjadi bukti nyata kedermawanan masyarakat Indonesia untuk meredam krisis air bersih di Gaza. 

Sumur Wakaf ke-50 tengah dibangun di daerah Al Jurn, Gaza Utara. Al-Jurn dikenal sebagai salah satu daerah paling padat dan termiskin di Gaza Utara. Tim ACT di Gaza melaporkan, lingkungan Al jurn dihuni 6.385 warga. Mayoritas dari mereka merupakan pengungsi miskin yang tinggal di rumah sederhana dan tidak layak.

Sebanyak 90 persen air di Al Jurn tidak layak dikonsumsi. Al Jurn tidak memiliki unit atau pabrik desalinasi yang mampu menyaring kotoran air. Seringkali, warga Al Jurn harus melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan air bersih. 

"Insyaallah, jika pembangunan Sumur Wakaf telah rampung, Sumur Wakaf ini akan menjadi sumber air bersih untuk ribuan warga Al Jurn. Kebersihan airnya pun telah terjamin karena melewati sistem penyaringan terlebih dahulu," ujar Firdaus, Jumat (25/3/2022). 

Selain Sumur Wakaf, ikhtiar dermawan untuk menyudahi krisis air di Gaza juga dilakukan melalui armada Humanity Water Tank. Pada Maret ini, jutaan liter air bersih dibagikan melalui armada yang setiap hari berkeliling menyambangi rumah-rumah di Gaza tersebut. 

"Untuk armada Humanity Water Tank, airnya bersumber dari Sumur-sumur Wakaf dan Lumbung Air Wakaf yang telah dibangun. Armada ini diikhtiarkan mampu menjangkau daerah-daerah yang masih mengalami paceklik air bersih. Dalam satu hari, sedikitnya 65 ribu liter air dibagikan." jelas Firdaus.[]