55 Ton Beras Telah Terdistribusi untuk Pesantren Prasejahtera

Diluncurkan pada Hari Santri Nasional 22 Oktober lalu, hingga kini program BERISI dari ACT telah mendistribusikan 55 ton beras. Beras ini diberikan untuk pemenuhan pangan santri.

55 Ton Beras Telah Terdistribusi untuk Pesantren Prasejahtera' photo
Jangkauan wilayah yang menerima bantuan program Beras untuk Santri Indonesia. (ACTNews)

ACTNews, PANDEGLANG – Sejak diluncurkan pada 22 Oktober 2019 lalu, program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI) dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah mendistribusikan hingga 55 ribu kilogram atau 55 ton beras ke berbagai pesantren di Indonesia per 18 November 2019. Puluhan ton beras ini diperuntukan pemenuhan pangan santri-santri, khususnya mereka yang belajar di pesantren dengan fasilitas serta pedalaman daerah.

Sebaran distribusi pun cukup luas. Pendistribusian beras menjangkau 22 provinsi yang meliputi 51 kota/kabupaten. Sejumlah 77 pesantren telah mendapatkan bantuan beras dari ACT. “Pesantren-pesantren ini tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Maluku. Sampai saat ini, beras telah mencukupi lebih dari 12 ribu santriwan dan santriwati,” jelas Direktur Program ACT Wahyu Novyan, Selasa (19/11).

Hingga kini pun pendistribusian beras terus berlangsung. Di Banten misalnya. Bertepatan dengan Hari Bahagia Nasional tanggal 11 November lalu, ACT mendistribusikan 1 ton beras ke Pesantren miftahul Bayan yang ada di Pandeglang. Sambutan hangat datang dari 220 murid yang datang dari keluarga ekonomi prasejahtera.


Serah terima beras dari program BERISI ACT ke Pesantren Miftahul Bayan, Pandeglang. (ACTNews)

Pengasuh pesantren Kiai Haji Mulyadi mengungkapkan, santrinya tak dipungut biaya untuk pendidikan di pesantren. Mereka secara gratis belajar di Miftahul Bayan. Per bulan, santri-santri hanya diminta untuk patungan membayar listrik yang mereka gunakan juga.

Sukma dari Tim Program ACT Banten mengatakan, sebelum mendistribusikan bantuan beras, ACT Banten telah melakukan asesmen kepada pesantren. Berlangsung pada awal November lalu, proses asesmen dilakukan dengan cara melihat langsung kondisi pesantren.

“Pesantren ini masuk kriteria penerima manfaat program BERISI. Santri-santri di sini tak dipungut biaya pendidikan, fasilitas pesantren pun masih sederhana. Murid-murid masih tinggal di kobong sederhana. Mereka umumnya datang dari keluarga prasejahtera dari berbagai daerah, tak hanya dari Pandeglang saja,” jelas Sukma.

Selain di Pandeglang, pendistribusian beras di November ini juga dilakukan di Sumatra Selatan, Malang, Tegal, NTB dan lain sebagainya. ACT pun terus mengajak masyarakat untuk terlibat dalam kedermawanan untuk santri ini. “Kami mengajak masyarakat terlibat dalam proses pemenuhan kebutuhan pangan santri di seluruh pelosok negeri,” ajak Wahyu.[]

Bagikan