60 Orang Meninggal Dunia di Sudan karena Banjir

Tahun ini, musim hujan di Sudan diprediksi akan berlangsung sampai akhir Oktober. Banjir bandang dan hujan deras terjadi dalam tiga pekan terakhir. Warga terdampak pun membutuhkan bantuan segera.

60 Orang Meninggal Dunia di Sudan karena Banjir' photo

ACTNews, KHOURTOUM – Hujan lebat dan banjir menerjang sebagian besar wilayah Sudan pada tiga minggu terakhir. Melansir dari Al Jazeera, lebih dari 60 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut, sedangkan ribuan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Lebih dari 35.000 rumah rusak setelah banjir melanda 17 dari 18 negara bagian di Sudan.

Hujan juga menyebabkan Sungai Nil meluap. Sejumlah lahan pertanian di wilayah Wadi Ramli, Khortoum pun terendam. Sebagian besar kerusakan berdampak pada lingkungan, seperti hancurnya infrastruktur drainase, terputusnya aliran listrik dan air bersih.

"Warga yang terdampak membutuhkan tempat tinggal darurat, makanan, layanan kesehatan, air bersih, dan keperluan sanitasi. Dibutuhkan pula pengendalian vektor untuk membatasi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air oleh serangga maupun oleh drainase kubangan air," kata juru bicara badan PBB untuk pengungsi (OCHA) Jens Laerke, dilansir dari Al Jazeera

Anas Omer, salah satu warga Khortoum, kini tidak lagi memiliki harta benda. Rumah dan kios tempatnya berdagang habis diterjang banjir bandang, air juga menghanyutkan harta bendanya. “Toko ini adalah satu-satunya sumber pemasukan yang saya punya untuk menghidupi keluarga. Rumah ini adalah satu-satunya tempat tinggal kami. Semuanya itu kini tidak ada. Tidak ada yang bisa saya lakukan, ini semua sudah takdir Tuhan,” ungkap Omer kepada Al Jazeera.

Menurut catatan Komite Penanggulangan Bencana Sudan, setidaknya 700 rumah di Khortoum mengalami kerusakan. Kehidupan di sejumlah wilayah pun lumpuh. “Hidup terasa lebih sulit. Tidak ada listrik, aliran air bersih pun terdampak, tidak ada pertokoan yang buka, tidak ada toko roti,” cerita Ahmed Mahmou, salah seorang warga Al Gaili, Khortoum.[]

Foto: UN OCHA Sudan

Bagikan