60 Tahun Musala Jannatul Qubro Belum Tersentuh Renovasi

Selama 60 tahun berdiri, Musala Jannatul Qubro di Dusun Sunggaling, Desa Bangket Parak, Lombok Tengah, belum pernah direnovasi. Saat ini, dinding musala sudah mengelupas, lembab dan ditumbuhi lumut.

musala jannatul qubro
Bangunan musala Jannatul Qubro di Dusun Sunggaling. (ACTNews)

ACTNews, LOMBOK TENGAH – 60 tahun sudah Musala Jannatul Qubra berdiri di Dusun Sunggaling, Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Selama itu pula, satu-satunya musala di Dusun Sunggaling ini belum pernah direnovasi. 

Kondisi musala yang berdiri tahun 1962 sudah lapuk termakan zaman. Bagian atap berlubang dan bocor tiap kali hujan, sementara penyangga atap sudah mulai keropos. Dinding musala pun sudah kusam hingga ditumbuhi lumut.

"Gentingnya juga sudah rapuh dan mudah pecah. Dindingnya lembab, ditumbuhi lumut. Warga berupaya membersihkannya. Lantainya masih menggunakan tegel," kata Muhammad Syabur Dziqran dari tim ACT NTB, Jumat (17/6/2022).

Dziqran melanjutkan, Musala Jannatul Qubra tidak memiliki fasilitas wudu dan MCK. Jemaah yang hendak beribadah harus wudu di rumah warga yang memiliki tempat penampungan air. 

"Di dekat musala ada tandon yang sudah tidak dipakai lagi. Akses air bersih di Dusun Sunggaling juga cukup sulit. Masyarakat seringkali harus ke sungai untuk mengambil air," jelasnya. 

Meski kondisi musala memprihatinkan, namun masyarakat tetap antusias untuk beribadah di dalamnya. Setiap hari musala dipenuhi warga salat berjemaah dan anak-anak yang mengaji. 

"Saat tarawih di bulan puasa kemarin, musala shaf penuh sampai ke bagian luar. Jarak ke masjid sekitar 1 kilometer. Jadi, Musala Jannatul Qubra bagi warga Dusun Sunggaling sangatlah penting," pungkas Dziqran.[]