ACT Ajak Warga di Batam dan Palembang Tunjukkan Solidaritas untuk Rohingya

Melalui penggalangan dana, ACT Kepulauan Riau dan ACT Sumatra Selatan mepupuk kepedulian warga untuk masyarakat Rohingya pada Ahad (28/6) dan Selasa (30/6) kemarin. Aksi-aksi serupa akan terus dilakukan tim selama satu pekan ke depan untuk mendukung warga Rohingya yang kini mengungsi di Aceh Utara.

Salah seorang pengemudi ikut menunjukkan kepeduliannya untuk warga Rohingya. (ACTNews)

ACTNews, BATAM, PALEMBANG – Merespons puluhan warga Rohingya yang berlabuh di Aceh Utara, ACT Kepulauan Riau langsung merespons dengan mengadakan aksi penggalangan dana. Dalam aksi pada Ahad (28/6) ini, tim juga mengajak masyarakat di sekitar Kota Batam untuk membantu saudara Rohingya yang terdampar di Aceh Utara.

Ronio Romantika selaku Kepala Cabang ACT Kepulauan Riau mengatakan, selain untuk membantu saudara-saudara etnis Rohingya, aksi ini juga bertujuan memupuk kepedulian masyarakat. Hingga satu pekan ke depan, ACT Kepulauan Riau berencana akan terus mengadakan aksi kemanusiaan lainnya.

“Selama satu pekan ke depan, ACT Kepulauan Riau akan terus melakukan aksi-aksi kemanusiaan. Baik aksi itu berupa galang dana ataupun social movement untuk membangun kepedulian masyarakat,” tambah Ronio.

Dengan adanya aksi-aksi ini, Ronio berharap masyarakat juga akhirnya bergerak bersama untuk membantu saudara-saudara mereka yang sedang dalam kondisi sulit. “Insyaallah, berbagai macam aksi yang kita lakukan dapat mengajak masyarakat untuk bergerak bersama. Kita akan terus membangun kepedulian masyarakat Batam terus dibangun untuk membangkitkan rasa solidaritas antarumat manusia, sehingga dapat tercipta peradaban yang lebih baik di masa depan,” ungkapnya.


Salah satu relawan yang bertugas di Kota Palembang. (ACTNews/Usamah)

Selain di Kepulauan Riau, aksi serupa juga digerakkan di Sumatra Selatan. Aksi solidaritas dengan slogan “Wong Kito Peduli Rohingya” yang diinisiasi oleh ACT Sumatra Selatan pada Selasa (30/6) lalu ini, diisi dengan penggalangan dana.

“Atas dukungan para dermawan, kami berikhtiar memberikan yang terbaik. Bahkan sejak beberapa tahun sebelumnya ACT terus membersamai muslim Rohingya dengan bantuan-bantuan terbaik. Aksi yang dilakukan hari ini pun menjadi salah satu bentuk solidaritas untuk muslim Rohingya, kita berharap ini dapat menggerakkan hati masyarakat untuk saling peduli membantu saudara sesama muslim,” jelas Deni Marlesi selaku Kepala Cabang ACT Sumatra Selatan.

Merespons puluhan pengungsi Rohingya yang terdampar di perairan Aceh Utara, ACT juga telah mengaktivasi dapur umum untuk pengungsi Rohingya yang diperkirakan hingga 30 hari ke depan. Selain itu, ACT juga telah mengirimkan armada kemanusiaan terbaiknya untuk membantu masyarakat Rohingya yang kini mengungsi di Kota Lhokseumawe.


Seperti telah diberitakan sebelumnya, Rabu (24/6) lalu, sebuah kapal terombang-ambing di perairan Aceh Utara. Kapal itu memuat 94 warga etnis Rohingya dengan rincian 15 laki-laki dewasa, 49 perempuan dewasa, dan 30 anak-anak. Sampainya mereka di lautan Nusantara bukan tanpa sebab, konflik kemanusiaan yang menimpa mereka menjadi alasan pelayaran tersebut.

Mereka ditampung sementara di bekas Kantor Imigrasi Desa Punteuet. Pemerintah bersama sejumlah lembaga kemanusiaan kini memenuhi kebutuhan mereka. Termasuk ACT misalnya, yang menyuplai kebutuhan pangan bagi pengungsi di sana. Tiap harinya ada 300 porsi makanan siap santap yang dibagi untuk tiga waktu, makan pagi, siang, dan malam. Selain itu ada dukungan psikososial dan armada-armada kemanusiaan yang segera tiba di sana. []