ACT Akomodir Kepulangan Warga Wamena Asal Solo

Ada tujuh warga Wamena asal Solo yang tiba Lanud Abdul Rahman Saleh. Ketujuh warga tersebut lantas didampingi ACT Solo hingga mereka pulang ke rumah masing-masing.

Keluarga Wamena asal Solo beristirahat sejenak di kantor ACT Solo, setelah melakukan penerbangan dari Sentani menuju Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang. (ACTNews/Helmi Abdillah)

ACTNews, SURAKARTA – Gelombang warga Wamena yang pulang ke kampung halaman mereka terus berdatangan. Kali ini gelombang pengungsi datang dari warga Wamena asal Solo, yang tiba di Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang, pada Kamis (3/10) pukul 00.05 WIB. Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo menerima kedatangan para pengungsi tersebut dan melayani kebutuhan mendesak mereka. 

Ada tujuh warga Wamena asal Solo yang tiba Lanud Abdul Rahman Saleh. Mereka sebelumnya ikut menumpang bersama ratusan pengungsi lainnya yang berkampung halaman di sejumlah wilayah di Jawa. Ketujuh warga tersebut lantas didampingi ACT Solo hingga mereka pulang ke rumah masing-masing. 

“Saat mereka tiba di Lanud Abdul Rahman Saleh, kami langsung mengkoordinir tujuh warga asal Solo itu untuk diantarkan ke Kantor ACT Solo. Mereka istirahat sejenak, lalu setelah itu tim kami antarkan ke rumah masing-masing,” terang Septi Endrasmoro selaku Kepala Cabang ACT Solo.

Hal ini peranan ACT Malang adalah mengkoordinir pengungsi asal daerah Solo untuk diantarkan ke kantor ACT Cabang Solo untuk sejenak istirahat, setelah itu mereka berpulang kerumah keluarga

Sukiman, salah satu warga Wamena asal Desa Gempol, Kecamatanan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, memberikan kesaksian bahwa tragedi kemanusiaan di Wamena sangat berbahaya bagi keluarganya. Oleh karena itu, ia dan keluarga kembali ke kampung halaman untuk menghindari pusat konflik.

“Konflik itu membuat panik, apalagi saya mempunyai seorang cucu yang masih kecil. Akhirnya, saya dan keluarga ikut mendaftarkan diri di penampungan dan pendataan oleh Auri untuk pemberangkatan kepulangan ke Jawa,” tutur sakiman 

Sukiman pulang ke Jawa tanpa membawa harta benda, keselamatan keluarga ia prioritaskan. Ia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan tim ACT Malang dan Solo yang telah menyambut dan membantu akomodasi kepulangannya.

Sementara Septi menambahkan, bantuan untuk kepulangan para penyintas tragedi kemanusiaan Wamena adalah bagian ikhtiar ACT Solo dalam membantu saudara sebangsa yang terdampak konflik di Wamena.

“Upaya kebaikan terus dilakukan ACT dalam membantu warga Wamena. ACT berencana membantu memulihkan keadaan ekonomi para penyintas konflik tersebut,” pungkas Septi. []