ACT, BI, dan BMPD Jatim Distribusi Paket Pangan Ramadan

Kolaborasi kebaikan antara ACT, BI, dan BMPD Jatim kembali terjalin dengan pendistribusian paket Ramadan. Aksi kebaikan yang melibatkan tiga lembaga ini telah digelar kesekian kalinya untuk penanggulangan dampak corona.

ACT, BI, dan BMPD Jatim Distribusi Paket Pangan Ramadan' photo
Salah satu warga Surabaya yang mendapatkan paket pangan Ramadan. (ACTNews)

ACTNews, SURABAYA Menjelang akhir Ramadan, ACT Jawa Timur terus mendistribusikan paket pangan untuk masyarakat prasejahtera, khususnya mereka yang perekonomiannya terdampak wabah Covid-19. Bermitra dengan Bank Indonesia (BI) dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jawa Timur, lebih dari seribu paket telah terdistribusi hingga Kamis (21/5).

Adi Mulyono, pedagang kali lima di Sentra Wisata Kuliner Urip Sumoharjo, merupakan salah satu penerima paket pangan Ramadan ini. Ia menceritakan kondisi dirinya dan pedagang lainnya kini memprihatinkan. Omzet mereka turun drastis sejak lapak mereka diminta tutup demi memutus rantai penularan Covid-19. “Banyak pedagang yang juga tutup karena modalnya tak cukup lagi setelah pembeli sepi,” ungkapnya.

Selain pedagang, profesi lain pun banyak yang ikut terdampak, salah satunya guru. Burhanuddin, guru Alquran, mengatakan, setelah adanya pandemi keluarganya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk makan. Pasalnya, untuk mencari pekerjaan sampingan pun agak susah. Namun, dengan hadirnya bantuan pangan ini, ia merasa terbantu.

ACT bersama BI dan BMDP Jatim mengirimkan paket pangan ini ke beberapa komunitas profesi. Mereka antara lain guru honorer, guru mengaji, relawan, pegiat literasi, ojek daring, hingga pedagang kaki lima. Mereka kondisinya saat ini terdampak wabah dan rentan prasejahtera.

Ketua Kantor Perwakilan BI yang sekaligus Ketua BMPD Jatim Difi Ahmad Johansyah mengatakan, bantuan yang disalurkan melalui ACT berasal dari program sosial BI. Tujuannya agar meringakan beban masyarakat selama pandemi. “Kami berharap bantuan ini menjadi jaring pengaman sosial tambahan bagi masyarakat utamanya yang rentan miskin dan belum terjangkau bantuan sosial dari pemerintah, sehingga tepat guna dan sasaran," kata Difi.

Kolaborasi kemanusiaan antara ACT, BI, dan BMDP ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, pada Rabu (8/4) lalu, tiga lembaga dan institusi tersebut menyalurkan bantuan APD bagi tenaga medis yang menjadi garda terdepan menangani Covid-19. Penyerahan bantuan ini dilakukan ke sejumlah rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan corona di Jatim.

Kepala Cabang ACT Jatim Wahyu Sulistianto Putro berharap, kolaborasi kebaikan ini akan terus berjalan demi kebaikan bersama, khususnya masyarakat prasejahtera. Hal tersebut karena pandemi berdampak besar pada keadaan masyarakat, baik yang terserang kesehatannya maupun secara ekonomi keluarga.[]


Bagikan