ACT dan GOW Jalin Kolaborasi untuk Penyintas Bencana Tanah Laut

Banjir yang melanda Kabupaten Tanah Laut hingga kini masih menyisakan duka. Untuk itu, ACT bersama Gerakan Organisasi Wanita (GOW) serahkan bantuan kemanusiaan untuk penyintas.

GOW Tanah Laut
ACT dan MRI Kalsel dengan GOW Kabupaten Tanah Laut saat menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Desa Guntung Besar, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. (MRI Kalsel/Maruan)

ACTNews, TANAH LAUT Banjir disertai tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Tanah Laut beberapa waktu lalu berdampak pada kehidupan masyarakat setempat. Selain lingkungan yang mengalami kerusakan, terdata juga korban yang dinyatakan meninggal dunia. Kini, warga tengah kembali bangkit pascabanjir dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Didorong kondisi ini, pada Selasa (2/3/2021) kemarin, tim Aksi Cepat Tanggap Kalimantan Selatan menggandeng Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tanah Laut untuk menyalurkan bantuan. Aksi ini digelar di Desa Panggung Baru dan Desa Guntung Besar, Kecamatan Pelaihari serta Desa Tebing Siring, Kecamatan Bajuin.

“Bantuan yang  disalurkan merupakan hasil donasi seluruh organisasi wanita yang ada di Kabupaten Tanah Laut. Bantuan berupa peralatan memasak untuk korban terdampak banjir,” kata Ketua GOW Kabupaten Tanah Laut Yati Oktoviana Abdi Rahman.

Tak hanya itu, Yati menambahkan, organisasinya juga memberikan santuan untuk keluarga yang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor. Tercatat di Desa Guntung Besar, ada empat korban jiwa akibat musibah ini. Proses pendistribusian bagi warga terdampak bencana di Tanah Laut juga didukung relawan Masyarakat Relawan Indonesia.

Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin menyambut baik adanya kolaborasi kemanusiaan ini. Dengan adanya bantuan tersebut bakal membantu kehidupan masyarakat, terlebih saat ini mereka tengah mencoba bangkit pascabencana.

“Bencana besar di Tanah Laut membawa dampak yang besar. Harta benda hanyut dan rusak dilanda banjir. Belum lagi duka yang mendalam bagi keluarga korban meninggal,” ujar Zainal.

Perlu diketahui, banjir melanda Kabupaten Tanah Laut beberapa pekan lalu. Banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi. Sejak awal bencana, ACT telah mengirimkan regu penyelamat dari tim relawan MRI untuk membantu warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, berbagai bantuan juga telah dikirimkan bagi warga terdampak.[]