ACT dan Komunitas di Surabaya Ajak Peduli Ambon

Hingga hari ini, ribuan orang tercatat masih bertahan di bawah tenda pengungsian akibat gempa yang mengguncang Ambon. Untuk itu, ACT Jatim pada akhir pekan lalu menggalang kepedulian bersama warga Surabaya.

ACT dan Komunitas di Surabaya Ajak Peduli Ambon' photo
Komunitas Pantomim dari SMAN 21 Surabaya ikut menggalang kepedulian untuk korban gempa Maluku, Ahad (13/10). Aksi ini merupakan respons atas ribuan warga yang masih membutuhkan bantuan pascagempa. (ACTNews)

ACTNews, SURABAYA – Tercatat telah lebih dari seribu kali gempa susulan mengguncang Ambon, Maluku sejak gempa pertama terjadi pada Kamis (26/9) lalu. Akibatnya, sampai saat ini warga masih takut untuk kembali ke rumah masing-masing dan lebih memilih bertahan di bawah tenda pengungsian. Dilaporkan 135.879 orang menjadi pengungsi yang tersebar di berbagai wilayah di Maluku.

Melihat kondisi ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Timur pada Ahad (13/10) lalu menggelar aksi peduli gempa Maluku di Taman Bungkul Surabaya. Kegiatan yang bertepatan dengan hari tanpa kendaraan bermotor ini berkolaborasi dengan berbagai komunitas di Surabaya.

Salah satu komunitas yang ikut berkolaborasi menggalang kepedulian gempa Ambon ini ialah Komunitas Pantomim dari Sekolah Menengah Atas Negeri 21 Surabaya. Pertunjukan yang mereka sajikan cukup menarik perhatian masyarakat. “Kami turut senang dapat terlibat dalam aksi kemanusiaan bersama ACT, semoga dana yang terkumpul dapat membantu masyarakat yang terkena musibah,” ungkap salah satu anggota pantomim Tania.

Kepala Cabang ACT Jatim  Wahyu Sulistianto Putro menyampaikan, aksi ini merupakan respons terhadap adanya bencana yang melanda saudara sebangsa. Secara serentak melalui cabang ACT yang tersebar di berbagai daerah, ACT melakukan penggalangan kepedulian. “Ini merupakan komitmen kami membantu saudara kita yang sedang tertimpa musibah dan masih berada di bawah tenda pengungsian,” ungkapnya.


Sampai saat ini, berdasarkan pengamatan ACT di lokasi terdampak, ribuan warga masih mengungsi di tenda. Hal ini mereka lakukan karena masih terjadi gempa susulan, walau getarannya tak sebesar gempa pertama. Sebagian dari pengungsi pun mulai terserang berbagai penyakit akibat cuaca yang tak menentu.

Hingga saat ini, di lokasi terdampak, ACT telah menurunkan tim medis untuk memastikan kondisi kesehatan pengungsi. Pendistribusian logistik pangan pun terus dilakukan. “Untuk memenuhi kebutuhan makanan siap santap, ACT juga telah mendirikan dapur umu di beberapa titik,” ungkap Lukman Solehuddin dari tim Disaster Emergency Response-ACT, Senin (14/10).[]

Bagikan