ACT dan Mahasiswa Rusia Gelar Layanan Kesehatan di Pandeglang

Berbekal semangat dan peduli terhadap sesama, mahasiswa Indonesia yang sedang mengenyam pendidikan di Rusia dan Aksi Cepat Tanggap menggelar pelayanan kesehatan. Layanan gratis ini dilakukan di Bulagor, Pandeglang, Banten untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan.

ACT dan Mahasiswa Rusia Gelar Layanan Kesehatan di Pandeglang' photo

ACTNews, PANDEGLANG Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia di Rusia (Pemira) menggelar edukasi dan pelayanan kesehatan di Desa Bulagor, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, akhir pekan kemarin. Acara tersebut merupakan rangkain dari program Mengabdi untuk Nusantara (Menara), yang digelar selama sepekan dari  Senin (22/7) sampai Ahad (28/7).

Koordinator Tim Medis ACT dr. Aris mengatakan, pelaksanaan edukasi dan pelayanan kesehatan gratis ini mendapatkan respons positif dari masyarakat desa. Mereka sangat antusias hadir menjadi pasien dalam edukasi dan pelkes tersebut.

“Masyarakat desa sangat antusias, mereka datang berbondong-bondong hadir ke balai desa. Ada 195 pasien dari target 150 pasien. Mayoritas keluhan yang dirasakan diare, mag dan penyakit kulit,” jelas dr. Aris.

Hal itu diamini Syafaat, salah satu tokoh masyarakat Desa Bulagor. Menurutnya, masyarakat sering sekali mengalami sakit karena kebiasaan yang dilakukan mereka, terutama dalam kebersihan serta pola makan.

“Penyakit di sini sering timbul, menjadi wabah karena kebiasaan warga yang tidak sehat dan kurang memperhatikan kebersihan. Banyak warga yang tak memiliki fasilitas MCK.” terang Syafaat. Ia berharap acara ini bisa rutin digelar, karena terbatasnya sarana kesehatan di desa ini dan sarana transportasi yang buruk.

Selama ini, sekitar 800 penduduk Bulagor hanya ditangani oleh 2 bidan, tidak ada Puskesmas Pembantu (pustu). Puskesmas hanya ada di kecamatan. Hal tersebut semakin sulit karena akses jalan menuju ke puskesmas atau ke rumah sakit di Kota Pandeglang sangat buruk.

“Kami, Tim Medis ACT, berharap masyarakat mampu secara mandiri hidup bersih dan sehat, sehingga meminimalisir orang yang sakit,” tutur dr. Aris penuh harap.     

Sementara itu Roby Hidayat selaku Ketua Pemira mengatakan, Program Menara ini melingkupi tiga parameter, yakni pendidikan, sosial, dan kesehatan.

“Karena kami minim tenaga mumpuni di bidang kesehatan, maka kami bersinergi dengan ACT. Sinergi dengan ACT ini bukan pertama kalinya dilakukan. Di tahun sebelumnya, kami juga pernah bersinergi dengan ACT dalam penggalangan dana kemanusiaan dan program Global Qurban,” ungkap Roby. []

Bagikan