ACT dan MRI Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Jepara dan Kudus

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Tengah bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) merespons banjir yang terjadi di Kudus dan Jepara. Upaya evakuasi terus dilakukan pada Kamis (4/2/2021) lalu, dan bantuan kemanusiaan terus diusahakan.

Tim ACT bersama MRI sedang mengevakuasi salah satu penyintas banjir. (ACTNews)

ACTNews, JEPARA, KUDUS – Banjir hingga 150 sentimeter menggenangi 12 RT yang berada di Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara. Bencana yang disebabkan meluapnya Sungai Welahan Drainase (SWD) 1 menyebabkan 1.004 Kepala Keluarga terdampak banjir pada Selasa (2/2/2021).

Sementara di hari yang sama, sebanyak 525 Kepala Keluarga di Desa Setrokalangan, Kabupaten Kudus juga mengalami mengalami nasib serupa akibat luapan Sungai Wulan. Ratusan rumah tergenang, ratusan hektar sawah padi terancam gagal panen serta ribuan warga sedang mengamankan harta bendanya ke tempat yang lebih aman. Jalan yang menghubungkan antar desa pun sulit dijangkau.

Merespons bencana ini, Hamas Rausyanfikr dari Tim Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Tengah mengatakan telah mengerahkan segenap tim relawan untuk terjun langsung di lokasi bencana. “Sejak hari pertama terjadi banjir, Tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan ACT Kudus serta Jepara sudah berada di lokasi kejadian untuk membantu evakuasi warga,” kata Hamas.


Tim sedang menolong salah satu penyintas naik ke atas perahu karet. (ACTNews)

Tim pun langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan perangkat desa setempat untuk membantu pendistribusian makanan bagi warga terdampak. “Karena luasnya medan akibat luapan air yang tinggi, tim menggunakan dua perahu karet untuk mendistribusikan makanan ke rumah-rumah warga yang belum mau mengungsi,” imbuh Hamas.

Tim MRI dan ACT juga sudah mendirikan posko kemanusiaan untuk mempermudah masyarakat mengakses bantuan pada Kamis (4/2/2021) ini. “Relawan medis pada hari ini juga sudah melakukan pelayanan kesehatan gratis bagi warga yang mulai mengeluhkan sakit,” imbuh Hamas.


Hamas menambahkan, saat ini terdapat beberapa kebutuhan mendesak untuk para penyintas. “Tim MRI sendiri terus bersiaga di titik-titik banjir yang ada di Jepara dan Kudus. Untuk saat ini bantuan mendesak adalah logistik bahan pokok, popok, makanan bayi, suplemen serta matras atau alas tidur lainnya,” ucap Azzam.

Hamas turut mengajak masyarakat untuk membantu saudara terdampak bencana di Jepara dan Kudus saat ini. “Bagi komunitas, institusi, maupun masyarakat umum dapat berkontribusi dalam aksi kemanusiaan di rekening BNI Syariah 55 0000 7772 atas nama Aksi Cepat Tanggap atau melalui tautan Indonesia Dermawan,” ajaknya. []