ACT dan MRI Evakuasi Warga Terdampak Banjir Tanah Laut

Dalam beberapa pekan terakhir, Kalimantan Selatan dilanda banjir. Merespons bencana ini, MRI dan ACT mengerahkan sejumlah relawan serta mendistribusikan bantuan untuk masyarakat terdampak.

Tim MRI Tanah Laut membantu warga ke tempat yang lebih aman akibat banjir yang melanda daerah tersebut, Senin (13/7). (ACTNews)

ACTNews, TANAH LAUT Banjir yang melanda Kabupaten Tanah Laut menyebabkan 1.349 rumah terendam, berdasarkan data per Senin (13/7). Ribuan keluarga terpaksa bertahan atau bahkan memilih untuk mengungsi. Beberapa ruas jalan dan jembatan juga dikabarkan terputus aksesnya. Berbagai aktivitas masyarakat di tengah pandemi ini pun harus terganggu bahkan terhenti karena banjir yang melanda.

Merespons hal tersebut, ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Tanah Laut segera menerjunkan sejumlah relawan untuk mengevakuasi warga terdampak banjir. Ketua MRI Tanah Laut Fuad Amin menjelaskan, sejak Sabtu sore, relawan telah ikut membantu masyarakat bersama relawan dan tim gabungan.

"Warga mulai mengungsi ke rumah saudara yang tidak terdampak, di beberapa titik ketinggian air sudah ada yang sampai dada orang dewasa," ujar Fuad, Senin (13/7).

Selain menurunkan relawan, ACT Kalimantan Selatan dan MRI Tanah Laut juga telah mengirimkan bantuan, khususnya kebutuhan makanan siap santap. Makanan yang didistribusikan berasal dari dapur umum. Hingga Selasa (14/7) kemarin, relawan MRI dan ACT terus melakukan pendampingan ke masyarakat.

Di Kalimantan Selatan, sejumlah kabupaten lain juga dilanda banjir dalam beberapa hari terakhir. Kabupaten Tanah Bumbu misalnya. Ratusan keluarga terkena imbas bencana ini.

"Berdasarkan data BMKG, pekan ini masyarakat diminta waspada atas potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Misalnya saja di Tanah Bumbu, Tanah Laut, Banjarmasin, dan Kotabaru. Hal ini juga tak menutup kemungkinan adanya banjir. Oleh karena itu, ACT bersama MRI terus bersiaga untuk mengantisipasi bencana banjir. Kami juga terus berkolaborasi dan mengajak berbagai elemen masyarakat untuk penanganan darurat warga terdampak banjir," jelas Retno Sulisetyani selaku Koordinator Program ACT Kalimantan Selatan. []