ACT dan MRI Sulsel Gelar Teatrikal Peduli Palestina

Kondisi Palestina yang semakin tak layak dihuni menggerakkan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di Sulsel menggelar teatrikal. Pementasan ini guna mengajak masyarakat untuk ikut peduli Palestina.

ACT dan MRI Sulsel Gelar Teatrikal Peduli Palestina' photo
Foto bersama tim MRI Sulsel setelah menggelar pementasan peduli Palestina. (ACTNews)

ACTNews, MAKASSAR Kegiatan hari tanpa kendaraan bermotor atau CFD di kawasan Jalan Boulevard Kota Makassar, Ahad (23/2), diramaikan aksi teatrikal dari ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Selatan. Teatrikal ini dihadiri relawan gabungan dari beberapa daerah di antaranya Sinjai, Jeneponto, Sidrap, dan Makassar. Pementasan ini menggambarkan kehidupan rakyat Palestina di bawah jajahan Israel.

Dalam orasinya, Norman selaku Koordinator Aksi mendorong pemerintah Indonesia agar proaktif mendukung kedaulatan rakyat Palestina. Hal ini mengingat hubungan erat Palestina-Indonesia sejak pertama kali Indonesia merdeka.

“Sebagai warga Indonesia, ini adalah bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang ada di Palestina dan semoga Pemerintah Indonesia bersifat proaktif untuk mendukung hak-hak rakyat Palestina yang telah dirampas oleh Israel,” lantang Norman.

Lewat aksi teatrikal ini, ACT dan MRI Sulsel ingin mengajak masyarakat, khususnya yang berada di Makassar untuk ikut peduli pada isu Palestina. Dalam kegiatan tersebut relawan juga menggalang dana kepedulian Palestina.

Kondisi di Palestina kini semakin memprihatinkan karena konflik kemanusiaa. Program Pangan Dunia melaporkan, kemiskinan dan kerawanan pangan berdampak pada  68,5 persen dari populasi di Gaza. Di Palestina, konflik berkepanjangan yang sedang berlangsung menyebabkan ekonomi tak berkembang dan sulitnya akses sumber daya. Dengan hampir sepertiga populasi atau mencapai 1,6 juta orang tidak mampu membeli makanan bergizi.

Tak hanya itu, ketersediaan air bersih di Palestina juga terus terancam. Pasalnya polusi dari bahan berbahaya yang digunakan saat konflik mencemari sumber air yang ada. Kesehatan penduduk Palestina terancam.

Hingga hari ini, rakyat Palestina juga terus berjuang mempertahankan Al-Quds atau Yerusalem. Mereka dengan segenap hati memperjuangkan kiblat pertama umat muslim itu. Nyawa menjadi taruhan mereka.

Di Palestina, ACT telah menjalankan berbagai program sejak beberapa tahun lalu. Sumur Wakaf salah satunya. Hingga Februari ini, sudah tiga sumur yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air penduduk Palestina. Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response - ACT mengatakan, air menjadi kebutuhan yang sangat mendesak di Palestina. “Harapannya air dari Sumur Wakaf dapat menjadi solusi kebutuhan air layak konsumsi bagi penduduk Palestina,” jelasnya, Senin (24/2).[]


Bagikan