ACT dan MRI Tasikmalaya Distribusikan Bantuan untuk Koban Longsor Cikubang

Bantuan logistik dan pangan diberikan sebagai respons atas bencana longsor yang melanda Kelurahan Cikubang pada Sabtu (20/6) lalu. Longsor terjadi akibat hujan yang mengguyur sepanjang dua hari.

ACT dan MRI Tasikmalaya Distribusikan Bantuan untuk Koban Longsor Cikubang' photo
Tim memberikan bantuan kepada seorang ibu yang mengungsi di tenda. (ACTNews/Fathya)

ACTNews, TASIKMALAYA – Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Tasikmalaya mendistribusikan bantuan logistik dan pangan untuk korban banjir di Kelurahan Cikubang, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (22/6)Sebelumnya, ACT dan MRI juga mendirikan dapur umum dan membagikan makanan siap santap kepada warga pada Ahad (21/6) pagi.

Koordinator Tim Program ACT Tasikmalaya M Fauzi Ridwan menjelaskan, relawan segera diturunkan untuk merespons kebutuhan para warga terdampak. “Sejak Sabtu (20/6) saat kejaidan, para relawan langsung bergegas ke Cikubang untuk membantu warga dan membagikan makanan siap santap. Ahad pagi kembali ke lokasi untuk mengaktivasi dapur umum. Selain aktivasi dapur umum, kita juga mendistribusikan bantuan pangan dan logistik untuk merespons kebutuhan mendesak warga,” jelas Fauzi.


Dapur umum dan makanan siap santap ini setiap hari menyediakan 200 porsi makanan bergizi untuk para pengungsi. Adapun bantuan logistik dan pangan yang dikirimkan terdiri dari selimut, air mineral, beras, popok bayi, pembalut, pakaian, alat ibadah, dan seperangkat alat kebersihan.

Data yang dihimpun MRI Tasikmalaya, ada 30 KK dan 94 jiwa di Desa Cikubang yang terdampak longsor. Para korban kini mengungsi ke musala dan tenda pengungsian yang sudah disediakan oleh pihak desa. Dilansir dari Pikiran Rakyat, longsor di Cikubang terjadi setelah hujan yang mengguyur selama dua hari berturut-turut.

“Awalnya memang ada beberapa warga yang mengungsi di beberapa rumah warga lain yang aman. Namun karena kekhawatiran warga setempat, akhirnya mereka tinggal sementara di musala dan tenda,” ungkap Hendrayani, anggota tim MRI yang bertugas di lokasi. []


Bagikan