ACT dan PWJ Hadirkan Sumber Air Bersih untuk Warga Sembalun

Sumur dan pipanisasi yang dibuat, mengalirkan air dari Desa Sembalun Timba Gading menuju Desa Sajang di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Wilayah-wilayah tersebut terdampak krisis air bersih, terlebih setelah gempa mengguncang Lombok pada 2018 lalu.

ACT dan PWJ Hadirkan Sumber Air Bersih untuk Warga Sembalun' photo
ACT, Peace Wind Japan, dan Pemerintah Provinsi NTB meresmikan bantuan pengadaan air bersih untuk Lombok pada Sabtu (24/11). (ACTNews/Juaini Pratama)

ACTNews, LOMBOK TIMUR - Ikhtiar pemulihan pascabencana gempa Lombok terus berlanjut. ACT berkolaborasi dengan Peace Wind Japan (PWJ) meresmikan bantuan pengadaan air bersih permanen pada Sabtu (23/11). Pengadaan air bersih permanen tersebut berupa sumur dengan jaringan pipanisasi yang dibangun sejak Mei lalu di Desa Sembalun Timba Gading, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Peresmian bantuan ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Perwakilan DPRD Provinsi, DPRD Lombok Timur, Pemerintah Daerah Lombok Timur, ACT NTB, dan Peace Wind Japan. 

Mark San selaku Deputy Program Director Peace Wind Japan mengatakan, upaya pemulihan pascabencana di Lombok adalah bentuk kepedulian masyarakat Jepang untuk warga Lombok. “PWJ akan terus membersamai masyarakat Lombok melewati masa pemulihan pascabencana. Lombok dan Palu tidak akan dilupakan. Jepang dan Indonesia merupakan negara yang sama-sama memiliki potensi kerawanan bencana yang besar. Bantuan yang diberikan kali ini adalah salah satu bentuk saling membantu antarnegara. Ketika Jepang dilanda musibah, Indonesia juga merupakan negara yang selalu aktif dalam mengirim bantuan,” ungkap Mark.

Pengadaan air bersih hasil kolaborasi kemanusiaan antara ACT dan PWJ berupa sumur sedalam 40 m. Sumur ini dibangun di Desa Sembalun Timba Gading dan mengalirkan air hingga Desa Sajang melalui jaringan pipanisasi sepanjang 10 km. Sumur tersebut juga dilengkapi lima bak penampungan air.

Prioritas pemberian bantuan sumur ini tidak terlepas dari perhatian PWJ akan kebutuhan utama yang umumnya sangat dibutuhkan warga terdampak bencana. “Kami menyadari, ketika bencana yang paling sulit di akses adalah sumber air bersih, sehingga kami menyimpulkan bahwa air adalah seperti berlian kehidupan, kami mengharap masyarakat dapat menjaga sumber air yang kita resmikan ini agar bertahan lama dan berkelanjutan,” lanjut Mark.


Warga Desa Sajang dan Desa Sembalun Timba Gading mensyukuri kehadiran sumur dan pipanisasi sebagai sumber air bersih mereka. (ACTNews/Juaini Pratama)

Bentuk bantuan berkelanjutan tersebut disyukuri oleh Lalu Muhammad Alfian selaku Kepala Cabang ACT NTB. Menurutnya, pemberian bantuan ini bukan semata-mata proyek mengalirkan mata air ke Desa Sajang, tapi juga merupakan proyek mengalirkan sumber kehidupan warga Desa Sajang khususnya dan warga Kecamatan Sembalun pada umumnya.

“Karena sebelumnya sama-sama kita ketahui bahwa Desa Sajang mengalami kesulitan sumber air sejak lama, sejak sebelum gempa. Kondisi ini diperparah lagi oleh kejadian gempa tahun lalu yang meluluhlantakkan seluruh Kecamatan Sembalun dan sebagian besar Kabupaten Lombok Utara,” terang Alfian.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lombok Timur turut mengapresiasi pembangunan sumur dan pipanisasi air bersih ini. Lalu Mulyadi sebagai Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lombok Timur mengatakan, sumur dan pipanisasi memudahkan Pemda dalam memberikan layanan dasar berupa air bersih untuk masyarakat. 

“Pemerintah mengapresiasi kerja ACT bersama PWJ ini karena program air bersih adalah program yang didorong oleh Pemkab untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ketika terjadi musim kering seperti saat ini,” ujar Mulyadi. []

Bagikan