ACT dan SMAK Padang Akan Produksi Hand Sanitizer Gratis

Cairan sanitasi untuk tangan ini akan didistribusikan gratis ke sekolah-sekolah dan tempat ibadah.

ACT dan SMAK Padang Akan Produksi Hand Sanitizer Gratis' photo
ACt Sumbar dan SMA Kimia Padang berkolaborasi untuk produksi hand sanitizer gratis di masa darurat Covid-19.

ACTNews, PADANG — Semakin meluasnya penyebaran Covid-19 di Indonesia membuat masyarakat rentan terhadap infeksi virus tersebut. Berupaya mencegah penyebaran virus corona, ACT Sumatra Barat melakukan rangkaian mitigasi.

Satu di antara mitigasi tersebut adalah pembuatan cairan sanitasi untuk tangan atau hand sanitizer secara mandiri. Dalam proses produksinya, ACT Sumbar menggandeng Sekolah Menengah Analis Kimia (SMAK) Padang. Cairan sanitasi untuk tangan ini akan didistribusikan gratis ke sekolah-sekolah dan tempat ibadah.

Aan Saputra selaku Head of Marketing ACT Sumbar menjelaskan, produksi dan pendistribusian cairan sanitasi tersebut juga akan melibatkan Pemerintah Kota Padang. "Insyaallah siap dikerjasamakan antara SMAK Padang, AC,T dan Pemkot Padang. Habis ini kita akan urus surat izin ke Wali Kota Padang,” ungkapnya, Rabu (18/3).

Lebih lanjut ia mengatakan untuk produksi cairan sanitasi akan dilakukan oleh SMAK Padang. Sementara itu, ACT Sumbar yang memenuhi bahan produksinya. “Alhamdulillah untuk stok alkohol kita sudah dapatkan,“ sambung Aan. 

Setelah mendapat surat izin edar dari Walikota Padang nantinya, ACT Sumbar akan mulai produksi lalu mendistribusikan ke sekolah-sekolah dan masjid atau musala yang ada di Padang. "Target awal kita 1000 botol, namun nanti kita coba kalkulasi lagi,” tutup Aan. 

Sebelumnya untuk pencegahan Codiv-19, SMAK Padang juga telah memproduksi cairan sanitasi untuk tangan secara massal. Namun, produk tersebut hanya diedarkan untuk lingkungan sekolah, seperti guru dan murid-murid.

Kepala Laboratorium Tefa (Teaching Fictory) SMAK Padang Antun Kamilah mengatakan hand sanitizer, larutan pembersih lantai, larutan pencuci tangan dan produk pencuci piring merupakan produk yang diproduksi laboratorium Tefa di sekolah. “Sebelumya  produk kami biasanya kami bagikan untuk tamu-tamu sekolah yang berkunjung,” ungkap Antun. []



Bagikan