ACT dan Yayasan Assalam Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi Banjir Tanah Laut

Bersama Yayasan Assalam, ACT Kalimantan Selatan mendirikan dapur umum untuk warga di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut yang terdampak banjir sejak Sabtu (12/7) lalu. Meskipun banjir kini mulai surut, warga masih membutuhkan beberapa bantuan seperti bantuan pangan salah satunya.

Relawan dan seorang warga sedang menyiapkan makanan untuk korban banjir. (ACTNews)

ACTNews, TANAH LAUT – Banjir besar yang melanda Kabupaten Tanah Laut sejak Sabtu (11/7) kemarin mulai surut pada Ahad (12/7). Namun di beberapa titik, tinggi air masih cukup dalam. Salah satunya di kawasan RT 18 Kelurahan Pelaihari, di mana 50 keluarga terkena imbas banjir. Sebagian mengungsi ke rumah saudara, sebagian lainnya ditampung tetangga. Ada pula yang mengungsi ke salah satu majelis taklim bernama Badi’ul Jamil.

Di rumah majelis itu pula Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Yayasan Assalam bersama warga setempat mendirikan dapur umum. Berdiri sejak Ahad (12/7) lalu, dapur umum ini akan melayani kebutuhan pangan para pengungsi.

“Alhamdulillah pengurus majelis menyediakan tempat untuk para penyintas dan juga relawan, sehingga kami bisa segera mendirikan dapur umum ini,” terang Koordinator Program ACT Kalimantan Selatan Retno Sulisetyani.

Selain itu, Retno menjelaskan dapur umum yang didirikan juga mendapat dukungan dari RC Tanah Laut, BPK Putra Ulin, dan BPK Syiarudin. “Ini adalah bentuk gotong royong yang terbangun di tengah bencana,” ungkapnya.


Para relawan membagikan makanan kepada salah satu korban banjir. (ACTNews)

Sebagai Kepala Sekolah dari SDIT Assalam, Darsani menyatakan syukurnya. Menurutnya kolaborasi bersama ini membuat warga sangat membutuhkan bantuan kita semua karena banyak warga yang rumahnya terendam banjir.

“Kita sangat terbantu dan juga telah mengumpulakan donasi berupa pakaian, obat-obatan, dan sembako untuk keperluan di dapur umum ini,” ujar Darsani. Ia menyebutkan Yayasan Assalam akan terus membersamai masyarakat Pelaihari untuk melayani, membantu, serta akan terus berkolaborasi bersama ACT.

“Untuk donasi bencana banjir dari Yayasan Assalam Pelaihari, total sampai Ahad sebesar Rp Rp 4,1 juta. Ini belum termasuk natura,” tuturnya. Sore itu tim relawan langsung mendistribusikan 100 makanan siap santap untuk para penyintas banjir di Desa Perintis, Sawahan, dan Beramban. Ketinggian air rata-rata masih berkisar 30 cm atau setinggi lutut orang dewasa.


Rusiansyah selaku ketua RT 18 di Jalan Perintis mengaku senang dengan kehadiran relawan. “Terima kasih kami sudah dibantu. Kondisi begini kami tak bisa bekerja. Adanya dapur umum ini meringankan beban kami,” ucapnya.

Ia menambahkan kebutuhan mendesak saat ini adalah selimut, pakaian, makanan dan perlengkapan bayi juga anak-anak. “Ada dua bayi dan tiga anak-anak yang mengungsi di rumah majelis,” tuturnya. Rusiansyah berharap banjir segera surut sehingga mereka bisa beraktivitas seperti biasanya.

Mengingat masih banyak yang dibutuhkan para penyintas, Retno mengharapkan peran dari para dermawan dalam kejadian ini. “Dukungan dari para dermawan dapat mempercepat pemulihan pascabanjir dan kita harapkan melalui bantuan-bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat melewati bencana ini,” harap Retno. []