ACT DIY Berikan Pelayanan Kesehatan dan Paket Pangan untuk Para Veteran

Usia mereka tak muda lagi, namun pengalaman heroik pernah mereka lakukan demi kemerdekaan Indonesia. Sebab itulah apresiasi terbaik layak untuk mereka dapatkan hingga kini.

Salah seorang veteran menjalani pengukuran suhu tubuh sebelum mengikuti kegiatan pembagian paket pangan oleh ACT DI Yogyakarta di Bantul, Selasa (1/12). (ACTNews)

ACTNews, BANTUL – Sekitar 35 orang usia 70-90 tahun, berseragam safari, hadir di Kantor Legiun Veteran Kabupaten Bantul, Selasa (1/12). Mereka menjadi saksi hidup perjuangan bangsa Indonesia merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Mereka adalah para veteran yang hadir untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan paket pangan dari Aksi Cepat Tanggap DI Yogyakarta.

Dalam aksi yang digelar ACT itu, banyak cerita heroik yang terungkap. Supandi (98) misalnya. Datang dengan seragam veterannya, ia menuturkan pernah berjuang melawan Belanda di daerah Kretek, Bantul. “Saya sampai was-was pas bapak dulu perang di Kretek, padahal orang lain pada mengungsi,” ungkap istri Supandi yang hadir mewakili suaminya dalam undangan ACT tersebut. Ia pun bersyukur, hingga kini perjuangan suaminya tetap diapresiasi oleh masyarakat.

Sekretaris Legiun Veteran DIY Letkol Sudarno mengatakan, para veteran ini terbagi dalam tiga kelompok. Pertama, veteran pejuang yang tergabung sebagai tentara Indonesia dan berjuang melawan penjajah di era kemerdekaan. Ada veteran pembela yang merupakan tentara yang melawan pemberontak di dalam negeri. Ada juga veteran perdamaian yang merupakan tentara yang pernah diutus dalam misi perdamaian PBB.

“Kami pun mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan masyarakat melalui ACT DI Yogyakarta,” kata Letkol Sudarno.

Selain apresiasi veteran di Kabupaten Bantul, lebih lanjut, ACT DI Yogyakarta berencana mengadakan aksi serupa di tingkat provinsi. Romadaniarsih dari tim ACT DI Yogyakarta mengatakan, selain veteran, apresiasi juga akan memberi apresiasi ke guru honorer dan dai. “Mereka semua termasuk sebagai pahlawan. Apresiasi ini merupakan wujud nyata dari kedermawanan masyarakat,” tambah Romadaniarsih.

Apresiasi yang ACT salurkan untuk veteran, guru dan dai merupakan sedekah yang masyarakat titipkan. Sampai saat ini, pengumpulan sedekah pun masih terus dilakukan melalui ACT DI Yogyakarta. Donasi yang terkumpul akan disalurkan menjadi bingkisan apresiasi dan dukungan hidup para pahlawan.[]