ACT Gelar Diksar "Disaster Management Basic Training (DMBT)"

Jiwa kerelawanan adalah modal besar bagi siapa pun untuk menghadirkan perubahan dan pembangunan untuk masyarakat luas dan bangsa.

ACT Gelar Diksar "Disaster Management Basic Training (DMBT)"' photo

ACTNews, MAROS - Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menggelar Pendidikan Dasar (Diksar) "Disaster Management Basic Training (DMBT)" untuk para relawan di Hutan Pendidikan UNHAS, Kecamatan Cenrana, Kabupaten  Maros, Sulawesi Selatan.

Dibantu Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) sebagai pemberi materi sekaligus praktik, diksar berlangsung selama empat hari, dimulai Kamis (27/6) hingga Ahad (30/6) mendatang. Tidak hanya laki-laki, sejumlah perempuan dari berbagai profesi juga turut mengikuti diksar. 

Kamis (27/6), acara pembukaan DMBT digelar di Aula Kantor Camat Cenrana. Acara dihadiri oleh Kepala Akademi Relawan Indonesia (ARI) Andri Perdana, Kepala Cabang ACT Sulsel Faizal Agunisman, Perwakilan Divisi Edukasi Pelatihan dan Pengembangan DMII-ACT Yadi Frans Risyadi, Ketua Umum MRI Sulsel Miswar Arifin, pihak BPBD, dan TNI.

Dalam sambutannya, Faizal mengatakan bahwa kegiatan diksar sangat penting untuk meningkatkan kompetensi para relawan. Apalagi menurutnya, saat ini relawan yang tergabung dalam MRI telah tersebar di 24 kabupaten atau kota seantero Sulawesi Selatan. 


“Alhamdulillah, kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Semoga bisa jadi pembuka untuk agenda kerelawanan lainnya di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini sangat bernilai positif untuk peningkatan kompetensi para relawan MRI yang biasanya mereka turun langsung di lokasi bencana. Sehingga mereka lebih paham atas penanganan terhadap situasi yang dihadapi,” ujar Faizal.

Sebanyak 150 relawan terpilih yang berasal MRI di berbagai provinsi yang ada di Pulau Sulawesi mengikuti Diksar "Disaster Management Basic Training (DMBT)". Ketua Umum MRI Sulawesi Selatan Miswar Arifin mengakui, pelatihan diksar MRI-ACT kali ini adalah yang pertama diadakan di Sulawesi dan para peserta kelihatan sangat antusias.

"Ini adalah diksar pertama yang dilaksanakan di Sulawesi, dan alhamdulillah disambut dengan sangat antusias oleh para relawan. Respons mereka terhadap diksar ini membuktikan bahwa masyarakat Sulawesi, khususnya anak muda, punya darah kemanusiaan yang tinggi," kata Miswar.

Selain untuk melatih para relawan saat melakukan penanggulan bencana diksar "Disaster Management Basic Training (DMBT)" juga membentuk jiwa kerelawanan para setiap peserta, terlebih kepedulian terhadap sesama. Kata Miswar, jiwa kerelawanan adalah modal besar bagi siapa pun untuk menghadirkan perubahan dan pembangunan untuk masyarakat luas dan bangsa.

"Karena sama-sama kita ketahui, bahwa jiwa kerelawanan dan sikap kepedulian selalu saja sukses membawa perubahan,” tambah Miswar. 


Agar kontennya menarik untuk dipahami, diksar relawan MRI dikemas dalam beberapa bentuk pembinaan. Andri selaku Kepala ARI menjelaskan, selama empat hari berturut-turut, para relawan akan mendapat banyak pembelajaran melalui seminar, pelatihan fisik, hingga simulasi aksi. 

"Insyaallah, kegiatan diksar menjadi ikhtiar terbaik dalam melahirkan lebih banyak lagi relawan-relawan berkualitas yang siap mental, fisik, juga memiliki konsep kepedulian," pungkas Andri. []

Bagikan