ACT Gencarkan Penyuluhan Pencegahan Covid-19

Covid-19 telah menjadi pandemi yang turut melanda Indonesia. ACT pun gencar memberikan penyuluhan medis sebagai mitigasi. Hingga Kamis (12/3), setidaknya 13.500 orang telah mendapatkan penyuluhan pencegahan penyebaran Covid-19.

ACT Gencarkan Penyuluhan Pencegahan Covid-19' photo
Pembagian hand sanitizer ke peserta sosialisasi pencegahan covid-19 di salah satu hotel di Jakarta Selatan. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA – Covid-19 atau virus corona kini telah menjadi pandemi. Indonesia, salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia, turut terdampak. Informasi terbaru, jumlah jiwa yang terjangkit corona di Indonesia mencapai 96 orang, termasuk tokoh publik seperti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada.

Berbagai cara dilakukan untuk mencegah sebaran virus ini semakin meluas, termasuk meliburkan kegiatan perkantoran hingga sekolah di beberapa kota. Selain itu, juga digelar sosialisasi untuk menimbulkan sikap tenang dan terus waspada serta tak termakan informasi palsu di tengah masyarakat.

Sejak Covid-19 menggemparkan warga dunia pada Januari lalu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) gencar menggelar sosialisasi ke masyarakat Indonesia. Sekolah, kampus, hotel, serta perkantoran menjadi sasaran. Dokter Muhammad Riedha Bambang dari tim medis ACT mengatakan, setidaknya per Sabtu (14/3) telah ada 24 lokasi yang disambangi tim medis ACT untuk menggelar sosialisasi. “Sekolah, hotel serta perkantoran jadi sasaran karena itu merupakan tempat umum yang juga memiliki potensi sebaran virus,” jelasnya, Ahad (15/3).


Sosialisasi cara mencuci tangan yang banyak dari tim ACT dan Puskesmas Cilandak, Jumat (6/3). Kegiatan ini merupakan salah satu agenda dari pencegahan covid-19/ (ACTNews/Eko Ramdani)

Universitas Prasetya Mulya kampus Bumi Serpong Damai dan Cilandak menjadi salah satu tempat yang tim medis ACT sambangi. Sebanyak 10.400 mahasiswa dalam waktu empat hari (2-6 Maret) mendapatkan pemeriksaan oleh 17 relawan medis. Prasetya Mulya jadi lokasi pemeriksaan serta sosialisasi karena ada permintaan dari kampus juga yang khawatir mahasiswa terjangkit virus setelah melewati masa libur semester.

Tak hanya di kampus, hotel juga menjadi sasaran lokasi sosialisasi. Pada Jumat (6/3) lalu, Hotel Bellevue Suite, Jakarta Selatan digelar sosialisasi. Kegiatan ini bekerja sama dengan tim dari Puskesmas Cilandak. “Ada pembagian hand sanitizer (cairan pencuci tangan) juga, tim medis pun memberitahukan cara yang tepat mencuci tangan,” ujar Riedha, Jumat itu.

Hingga Kamis (12/3), setidaknya 13.500 orang telah mendapatkan penyuluhan pencegahan penyebaran covid-19 dari ACT. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan diluaskannya sosialisasi di luar Jakarta. "Tim medis kami juga memberikan Training of Trainers di cabang-cabang ACT di seluruh Indonesia. Harapannya, penyuluhan ini dapat meluas hingga ke wilayah terpencil," imbuh Riedha.

Di setiap penyuluhan ke publik, pemeriksaan suhu tubuh, pemberian cairan pembersih tangan, serta cara mencuci tangan yang benar menjadi materi utama. Riedha mengatakan, kunci terhindar dari virus covid-19 ada gaya hidup sehat. “Kebersihan diri juga harus selalu dijaga, penggunaan hand sanitizer lebih baik hanya saat kita berkegiatan padat. Kandungan alkohol yang tinggi serta tak diiringi mencuci tangan malah dapat menumpuk kuman. Selebihnya lebih baik mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” jelas Riedha.

Selain menggelar penyuluhan, ACT juga membagikan masker gratis kepada publik di Bandara Soekarno Hatta dan WNI yang berada di Hong Kong, Singapura, Korea Selatan, dan Cina.[]