ACT Humanity Store di Sigi Siap Beroperasi

ACT Humanity Store di Sigi Siap Beroperasi

ACTNews, SIGI - ACT Humanity Store (AHS) yang pertama untuk korban terdampak bencana Sulawesi Tengah telah rampung dibangun dan siap beroperasi dalam waktu dekat. AHS itu dibangun di kompleks Hunian Nyaman Terpadu atau Integrated Community Shelter (ICS) ACT Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Koordinator Pembangunan AHS Dede Abdul Rohman mengungkapkan, pembangunan AHS sendiri sudah berlangsung sejak awal November lalu, lebih kurang membutuhkan waktu satu bulan hingga pembangunan selesai. “Alhamdulillah pembangunannya sudah selesai, tinggal tunggu elemen ICS lainnya agar bisa beroperasi. Kami pun sedang mengerjakan sistem komputerisasinya,” kata Dede.

Keberadaan AHS di ICS-ACT Desa Lulu menjadi penunjang masa pemulihan bagi para korban terdampak bencana dalam memenuhi kebutuhan pangan. TMeski masa tanggap darurat telah usai, kondisi ekonomi baik di Sigi, Palu, maupun Donggala masih belum pulih paripurna. Sehingga, pangan masih menjadi kebutuhan mendesak bagi para korban.

Kata Dede, ACT Humanity Store akan menyiapkan sebanyak 4.000 Humanity Card. Kartu ini nantinya digunakan sebagai alat tukar dengan paket pangan. “Kami memprioritaskan Humanity Card ini untuk korban yang telah kehilangan rumah, mereka yang rumahnya rata dengan tanah. Tapi tidak hanya yang tinggal di ICS saja, mereka yang tinggal di sekitar Kecamatan Sigi Biromaru, insya Allah juga dapat. Setiap satu keluarga akan mendapat satu Humanity Card,” papar Dede.

Menurut keterangan Dede, AHS di Desa Lolu kembali dikemas selayaknya swalayan pada umumnya, seperti AHS di Gangga, Lombok Utara. Tak hanya sebuah bangunan, AHS juga dilengkapi dengan peralatan penunjang seperti palet yang nantinya menjadi wadah penyimpanan paket-paket pangan.Dengan demikian, AHS akan tersusun dengan rapi dan memudahkan para penerima manfaat dalam mengambilnya.

“Kami ingin ketika mereka ke sini, mereka merasa seperti belanja di minimarket. Bedanya, mereka membayarnya dengan Humanity Card yang telah kita berikan. Otomatis mereka akan membawa satu paket pangan secara gratis. Mereka bisa kembali seminggu kemudian karena satu paket memang disiapkan untuk satu minggu,” jelas Dede.

Hingga Senin (17/12), Dede mengabarkan telah tersedia sebanyak 1.400 paket di AHS Desa Lolu. “Kami sedang mempersiapkan paket itu sebanyak mungkin. Semoga nanti kalau sudah beroperasi, jumlahnya akan terus-menerus bertambah, sehingga dapat membantu warga sekitar sini dalam memenuhi kebutuhan pangan,” pungkasnya. []