ACT Jangkau Korban Banjir dan Longsor di Mandailing Natal

ACT Jangkau Korban Banjir dan Longsor di Mandailing Natal

ACTNews, MANDAILING NATAL – Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama MRI Sumatera Utara (Sumut)  menyalurkan bantuan sembako untuk korban banjir bandang dan longsor di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Rabu (17/10).

Menurut data dari Tim MRI Sumut, bencana tersebut berdampak pada 295 jiwa, 17 di antaranya meninggal dunia. Sementara itu, banjir bandang dan longsor ini juga menyebabkan 10 rumah hanyut, 22 unit rumah rusak berat, dan 2 unit rumah rusak ringan.

Tercatat 17 orang korban meninggal dunia terdiri dari 12 orang pelajar SD di Kecamatan Ulu Pungkut, dan tiga orang pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Mura Batang Gadis.

"Kemudian, dua orang mengalami kecelakaan mobil dan masuk ke Sungai Aek Batang Gadis, saat terjadinya banjir di Kabupaten Mandailing Natal," ungkap Ali Syakh Nur, Ketua Wilayah MRI Sumut.

Ali mengungkapkan, timnya berangkat dari Kantor Cabang ACT Sumut di Medan, menuju Kabupaten Mandailing Natal, ditempuh selama sehari semalam.       

“Jarak dari dari Kota Medan ke lokasi bencana 326 km. Kalau normal bisa ditempuh 15 jam, namun karena kemarin akses jalan di beberapa titik banyak yang tertimbun longsor, maka kami sampai ke lokasi bencana nyaris 24 jam. Luar biasa, sangat melelahkan,” ujar Ali, Jumat (19/10).

Perjalanan yang menantang tak mengendurkan semangat para relawan. Setelah 24 jam perjalanan, tim berhasil mendistribusikan bantuan sembako berupa beras, minyak goreng, gula dan susu bayi.

“Alhamdulillah, rasa lelah kami hilang begitu saja ketika kami selesai mendistribusikan bantuan sembako. Senyum mereka saat menerima bantuan, merupakan kebahagian bagi kami. Selain distribusi bantuan, kami juga melakukan asesmen,” jelas Ali.

Sementara itu, Lubis (56), salah satu korban mengungkapkan mengapresiasi ACT dan para relawan dari MRI Sumut. Menurutnya, perhatian ACT terhadap dirinya dan korban banjir bandang dan longsor di desanya yang terpencil sangat luar biasa.         

 “Bantuan dari ACT sangat berarti bagi kami. Kami sangat berterima kasih kepada ACT yang jauh-jauh datang ke Mandailing Natal. Itu bukan perjalanan yang sebentar, namun perjalanan yang sangat panjang dan sangat melelahkan. Apalagi dengan akses jalan yang kena longsor,” tuturnya.

Hingga saat ini, korban sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Kebutuhan yang paling mendesak di antaranya  sembako, dapur umum, peralatan dapur dan rumah tangga, perlengkapan sanitasi, fasilitas masjid, MCK, dan fasilitas Poliklinik Desa.

Sampai saat ini keadaan di Kecamatan Ulu Pungkut masih dalam status awas karena curah hujan masih tinggi, yang berpotensi terjadi longsor. []