ACT Jateng Antarkan Beras untuk Santri di Pelosok Semarang

Sebanyak 500 kilogram beras sampai di Pesantren Darul Karim pada Jumat (13/12). Pesantren ini mesti ditempuh dalam kurang lebih satu jam perjalanan dari pusat Kota Semarang yang medannya menanjak dan menuruni perbukitan.

Serah terima Beras untuk Santri Indonesia (BERISI) dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Pondok Pesantren Darul Karim. (ACTNews/Ika Ratnasari)

ACTNews, SEMARANG – Melalui program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI), ribuan kilogram beras telah dibagikan kepada sejumlah pondok pesantren yang membutuhkan di Jawa Tengah. Salah satu pesantren yang menerimanya adalah Pondok Pesantren Darul Karim, Desa Ngadirejo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, pada Jumat (13/12) lalu.

“Untuk Pesantren Darul Karim, kami antarkan 500 kilogram beras. Perjalanan ke sana ditempuh dengan waktu kurang lebih satu jam dari pusat kota Semarang. Jalurnya perbukitan naik dan turun, wilayahnya pun cukup terpencil dari keramaian,” kata Ardi, dari tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) – Aksi Cepat Tanggap (ACT).


Para santri, lanjut Ardi, kemudian menyambut tim dengan antusias, “Alhamdulillah beras yang kami bawa langsung disambut dengan senyum. Mereka kemudian membantu menurunkan dari armada oleh anak santri menuju ruangan yang telah disiapkan,” katanya.

Ustaz Huda sebagai pengasuh Pondok Pesantren Darul Karim mengatakan, pondoknya telah berdiri sejak 2017. Sementara untuk sumber dana dalam mencukupi dan memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari, mereka mengandalkan bantuan dari para donatur.

Distribusi beras dari armada menuju ruangan di dalam pondok pesantren. (ACTNews/Ika Ratnasari)

“Santri kami yang belajar di Pesantren Darul Karim saat ini sebanyak 45 orang. Mereka terdiri atas 20 perempuan dan 25 laki-laki, dengan rentang usia kisaran anak SD sampai dengan SMP,” ucap Huda.

Sejak September 2019 menurut Huda, pihaknya memulai melakukan perbaikan secara bertahap, sebab, “Asrama yang biasa ditempati oleh anak-anak merupakan sebuah kontrakan kecil yang jika hujan, air dapat dengan mudah memasuki tempat tinggal anak-anak,” tambah Huda. Ia dalam kesempatan itu juga sangat berterima kasih kepada para dermawan yang sudah berpartisipasi membantu dalam program BERISI.

Hamas Rausyanfikr dari Tim Program ACT Jawa Tengah menerangkan bahwa program Berisi ini telah digulirkan dan akan terus berjalan demi meluaskan manfaat. “Berisi menjadi bagian dari program unggulan ACT. Sampai dengan saat ini telah kita implementasikan di berbagai kabupaten dan kota di Jateng seperti Karanganyar, Semarang, Kendal, Kudus, dan lainnya,” ungkapnya.

Per 4 Desember 2019, program BERISI telah mendistribusikan 85.000 kilogram beras di sebanyak 110 pesantren di 23 provinsi semenjak diluncurkan pada 22 Oktober 2019 lalu. Sebanyak 18.187 santri telah mendapatkan manfaat dari program ini. []