ACT Jatim Terus Dampingi Masyarakat di Tengah Meningkatnya Kasus Covid-19

Sejak awal pandemi Maret lalu hingga akhir Juni, ACT Jawa Timur telah menyalurkan 58.745 paket bantuan ke masyarakat serta petugas medis yang terdampak pandemi. Total bantuan akan terus bertambah seiring dengan derasnya aliran kepedulian masyarakat Indonesia.

ACT Jatim Terus Dampingi Masyarakat di Tengah Meningkatnya Kasus Covid-19' photo
Salah satu penerima manfaat kebaikan di Surabaya dari ACT Jatim. (ACTNews)

ACTNews, SURABAYA – Sampai saat ini Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan tingkat kasus positif Covid-19 yang cukup tinggi. Per Ahad (5/7) kemarin, terdapat penambahan 552 kasus positif, sehingga total jumlah jiwa positif Covid-19 di Jatim mencapai 14.013 kasus. Jumlah tersebut telah melampaui jumlah kasus di Ibu Kota Jakarta yang berada di angka 12.435. Di samping jumlah kasus positif yang terus bertambah, kasus kematian pun mengiringinya. Hingga Ahad lalu, total kasus meninggal dunia akibat Covid-19 mencapai 1.020 kasus.

Dampak Covid-19 memang cukup luas, tak hanya menyerang kesehatan, tapi juga perekonomian masyarakat. Tak sedikit perusahaan besar yang harus memangkas karyawannya karena menurunnya pendapatan. Tak jarang juga usaha skala kecil yang harus berjibaku dengan keadaan seperti sekarang. Semua fenomena itu pada akhirnya berdampak ke ekonomi masyarakat yang kian menurun.

Fitri (33) merupakan salah satu warga Jatim yang merasakan dampak pandemi terhadap perekonomian keluarganya. Perempuan yang tinggal di Tambaksari, Surabaya ini sejak ditinggal meninggal oleh suaminya harus berjuang membesarkan 3 anaknya sendiri. Ia menyandarkan pendapatan keluarga pada dagangan salad buahnya. Pembeli utamanya merupakan orang tua murid salah satu taman kanak-kanak. Namun, sejak pandemi datang, Fitri tak lagi bisa memaksimalkan jualannya karena sekolah diliburkan.

“Sekarang hanya buat salad buah kalau ada pesanan saja. Enggak setiap hari juga ada pesanan,” ungkapnya Juni lalu.

Untuk menyambung kehidupan keluarganya, Fitri terpaksa menggunakan uang modal dagangan untuk kebutuha sehari-hari. Tak baik memang, karena dampaknya ia tak bisa lagi berjualan. Akan tetapi, tak ada pilihan lain baginya karena juga harus menghidupi ketiga anaknya yang masih usia sekolah.

Selain pengusaha skala kecil, masyarakat yang ekonominya terdampak juga merupakan pekerja harian. Penghasilan mereka berkurang, bahkan hilang akibat pandemi. Alhasil berbagai kesulitan dirasakan oleh mereka, termasuk dalam urusan pemenuhan pangan.

Guna mengatasi berbagai permasalahan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) pun terus melakukan pendampingan ke masyarakat. Melalui berbagai program pemberdayaan, masyarakat diberikan pasokan pangan hingga akses permodalan tanpa pengembalian.

Mashudi dari Tim Program ACT Jawa Timur mengatakan, sejak pandemi melanda Maret lalu, ACT telah menyalurkan 58.745 paket bantuan. Paket tersebut berupa pangan, bantuan medis, hingga modal usaha. “Penyaluran ini dilakukan bagi masyarakat seantero Jawa Timur,” jelasnya, Senin (6/7).

Total paket bantuan yang terdistribusi nantinya akan terus bertambah seiring dengan berlanjutnya pendistribusian. Harapannya, melalui berbagai bantuan yang ACT salurkan dari masyarakat Indonesia mampu menjadi solusi di tengah pandemi.[]


Bagikan