ACT Jawa Tengah Beri Penghargaan Tanda Jasa untuk Pahlawan Medis yang Gugur

Memperingati Hari Pahlawan dan Hari Kesehatan 2020, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Tengah menganugerahkan tanda jasa penghargaan kepada dua orang perawat di Kota Semarang pada Senin (30/11) lalu.

ACT Jawa Tengah Beri Penghargaan Tanda Jasa untuk Pahlawan Medis yang Gugur' photo
Pemberian Tali Asih kepada salah satu keluarga tenaga medis yang ditinggalkan. (ACTNews)

ACTNews, SEMARANG – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dan Hari Kesehatan 2020, Aksi Cepat Tanggap Jawa Tengah menganugerahkan tanda jasa penghargaan kepada dua orang perawat. Mereka adalah pahlawan medis yang menangani pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi, Kota Semarang.

Kedua pahlawan medis tersebut adalah Almarhumah Rina Iswati Wuryaning Wulan, S. Kep., Ners dan Almarhumah Nuria Kurniasih, AMK. Keduanya berpulang kehadirat Yang Maha Esa setelah dinyatakan positif Covid-19 pada bulan April lalu.

Peristiwa proses pemakaman Nuria sempat menjadi viral setelah mendapat penolakan dari oknum warga di Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang kala itu. Akhirnya, Nuria dimakamkan di pemakaman milik RSUP Dr. Kariadi.

“Sebagai perawat selama masa pandemi, Nuria Kurniasih dan Rina Iswati gigih merawat pasien Covid-19. Qodarullah mereka sakit dan meninggal dunia dinyatakan positif corona,” ungkap Hamas Rausyanfikr dari Tim Program ACT Jawa Tengah di kediaman Nuria pada Senin (30/11) lalu.

Kepergian kedua perawat itu menorehkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat kerja. Suami Rina Iswati, Joko Martono mengaku sudah melupakan peristiwa itu dan membuka lembaran baru bersama anak-anaknya.. Kepada Tim ACT Jawa Tengah, Joko menceritakan dirinya membatasi mengonsumsi berita-berita dan informasi di televisi maupun media sosial agar hidupnya lebih tenang dan optimis kembali.


Sementara itu Joko Wibowo suami Nuria saat ini tengah fokus kepada perkembangan keluarga. “Yang terpenting hari ini adalah anak-anak bisa tumbuh besar dan sukses dunia akhirat,” kata Joko Wibowo.

Kedatangan Tim ACT tidak hanya dalam rangka menyerahkan penghargaan tanda jasa saja, tetapi juga menyampaikan empati dan dukungan serta menguatkan keluarga agar tetap optimis menjalani kehidupan.

“Tak ketinggalan, tali asih untuk keduanya diberikan sebagai bagian dari dukungan untuk keberlanjutan pendidikan anak-anak yang ditinggalkan maupun pemenuhan kebutuhan keluarga,” pungkas Hamas.

Mengingat penularan Covid-19 yang masih masif, Hamas mengajak para dermawan untuk terus membersamai pejuang medis, pejuang nafkah, dan masyarakat prasejahtera lainnya. Hamas mengajak para dermawan untuk memberikan bantuan terbaiknya melalui Indonesia Dermawan atau melalui BNI Syariah di nomor 101 0000 998.[]

Bagikan

Terpopuler