ACT Jawa Tengah Gelar Aksi Solidaritas Darurat Asap

Melalui aksi solidaritas, MRI-ACT Jawa Tengah berusaha menampung kepedulian masyarakat melalui penggalangan dana dan pembubuhan tanda tangan tanda simpatik terhadap korban bencana.

Pengunjung CFD memberikan donasinya untuk korban terdampak kabut asap. (ACTNews/Sekar)

ACTNews, SEMARANG Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih menjadi ancaman bagi sembilan provinsi di Pulau Sumatra dan Kalimantan. Karhutla sudah memakan korban jiwa, menimbulkan berbagai infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga ditutupnya aktivitas belajar di sekolah serta menimbulkan lumpuhnya perekonomian di tengah masyarakat.

Melihat kondisi mengkhawatirkan di wilayah terdampak, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Tengah, berusaha menampung kepedulian untuk meringankan dampak bencana tersebut. Kegiatan berupa aksi galang dana digelar oleh MRI-ACT Jateng di pusat Kota Semarang, tepatnya di kawasan Car Free Day (CFD) Simpang Lima.

Tidak bergerak sendiri, aksi yang dilakukan pada Ahad (22/9) lalu juga dijalankan bersama Himpunan Mahasiswa D3 Teknik Sipil UNDIP. Selain dari aksi galang dana, dilakukan juga aksi solidaritas dengan memperlihatkan dukungan masyarakat melalui bubuhan tanda tangan pernyataan simpatik dan peduli dengan saudara terdampak bencana.

Aksi serupa secara bersamaan juga dilakukan oleh tim MRI-ACT Kabupaten Kebumen. Puluhan relawan MRI-ACT yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan juga pekerja itu berjalan mengitari area CFD dengan membawa kotak donasi untuk menarik simpatik dan jiwa kedermawanan masyarakat.


Dendi, salah satu pengunjung CFD menyatakan prihatin atas bencana Karhutla yang terjadi. “Untuk teman-teman di sana (Sumatera dan Kalimantan), semoga selalu semangat dan semoga bencana yang ada bisa segera reda. Kami di sini selalu berdoa dan membantu yang kami bisa," kata Dendi.

Sementara itu, Koordinator aksi dari MRI-ACT Jawa Tengah, Yeni Maryani, berharap semua elemen masyarakat bisa lebih peduli. Dengan adanya aksi solidaritas ini juga, dia berharap warga dapat terketuk hatinya dan lebih sadar bahwa penyintas bencana kabut asap benar-benar membutuhkan pertolongan.

“Makanya kami dari MRI-ACT, mencoba untuk mengajak masyarakat agar lebih memahami masalah yang sedang saudara-saudara kita rasakan di Kalimantan dan Sumatra. Karena ini menyangkut keselamatan hidup banyak manusia,” tutur Yeni.

Yeni berharap dukungan dari masyarakat Semarang bisa memberikan sumbangsih terbaik. “Nah, selain doa yang mereka langitkan utk membantu saudara-saudara kita, MRI-ACT juga siap menjadi perantara untuk mereka yang ingin berdonasi, karena tentu sangat sulit untuk membantu langsung ke sana secara personal. Yang punya rezeki lebih, bisa disisihkan untuk membantu mereka,” pungkasnya. []