ACT Kembali Bangun Sekolah yang Rusak di Sulteng

ACT membangun kembali tiga sekolah yang rusak parah akibat guncangan gempa bumi 7,4 SR yang terjadi pada 28 September 2018 silam.

ACT Kembali Bangun Sekolah yang Rusak di Sulteng' photo

ACTNews, SULAWESI TENGAH - Pendidikan menjadi salah satu fokus pemulihan pascabencana yang dilakukan ACT di Sulawesi Tengah. Pekan keempat Juni lalu, tiga sekolah yang hancur akibat bencana, dibangun kembali. Tiga sekolah tersebut tersebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala. 

“Tiga sekolah yang sedang dibangun antara lain Madrasah Aliyah Al Khairat Batusuya Ga’o, Madrasah Tsanawiyah Al Khairat Baluase, dan SD Al Khairat Tondo,” kata Mustafa dari Tim Program ACT Sulawesi Tengah. 

Mustafa menambahkan, tiga sekolah tersebut rusak parah akibat guncangan gempa bumi 7,4 SR yang terjadi pada 28 September 2018 silam. Rusaknya bangunan sekolah pun menyebabkan aktivitas belajar dan mengajar dilakukan di tenda darurat. 


“Waktu kami melakukan peninjauan di tiga sekolah itu, kondisinya sudah tidak layak. Dindingnya retak, dan posisi bangunannya sudah miring,” papar Mustafa. 

Bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), ACT membangun kembali tiga sekolah itu. Kepala Cabang ACT Sulawesi Tengah Nurmarjani Loulembah mengatakan, nantinya tiga sekolah yang rusak itu akan dibangun menjadi bangunan permanen. 

“Proses pembangunan sekolah itu kami percepat dengan melakukan pengerjaan hingga malam hari agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali dilakukan. Sehingga para siswa dapat lebih nyaman ketika belajar di sekolah,” ujar Nurmarjani.


Sementara menurut Dede Abdul Rochman sebagai Koordinator Pembangunan Kembali Sekolah, ACT menargetkan pembangunan akan selesai pada pertengahan Agustus mendatang dengan bantuan ratusan relawan yang bertugas sebagai pekerja konstruksi. 

“Semoga pembangunan sekolah itu bisa lebih cepat dari target pengerjaan. Kami akan bantu upayakan bagaimana anak-anak Sulawesi Tengah bisa bersekolah lagi,” pungkas Dede. []

Bagikan