ACT Kembali Terbangkan Pengungsi Wamena ke Sumbar

Di samping memulangkan para pengungsi, ACT akan terus bekerja sama dengan posko-posko yang telah ada di Papua untuk terus menurunkan bantuan kemanusiaan.

ACT Kembali Terbangkan Pengungsi Wamena ke Sumbar' photo
Para pengungsi yang akan berangkat bersama tim ACT di depan Bandar Udara Sentani. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, SENTANI - Sebanyak 10 pengungsi diberangkatkan lagi menuju Sumatra Barat dari Bandar Udara Sentani, Provinsi Papua pada Sabtu (5/10) pagi WIT menggunakan jalur udara. Kepulangan para pengungsi tersebut kembali difasilitasi oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) setelah sebelumnya juga memulangkan ratusan pengungsi.

“Keberangkatan ini adalah yang keempat kalinya ke Sumatra Barat. Dalam dua hari kemarin kita juga sudah memulangkan ratusan perantau,” kata Wahyu Novyan selaku Komandan Posko Nasional ACT untuk Tragedi Kemanusiaan Wamena. Pada Kamis (3/10) lalu ACT memang telah memulangkan 134 pengungsi dan Jumat berikutnya, tercatat sebanyak 89 pengungsi juga diberangkatkan.

Namun tidak hanya untuk pemulangan pengungsi, ACT juga akan terus membersamai pengungsi yang masih ingin bertahan di Wamena, Sentani, dan Jayapura. Wahyu mengatakan nantinya bantuan untuk para pengungsi yang tersebar di ketiga titik tersebut akan ditingkatkan lagi.

“Kita akan tingkatkan layanan Dapur umum dan Pelayanan Medis di posko-posko yang ada di Papua, seperti di Batalyon Infantri (Yonif) 751, Resimen Induk Daerah Militer (Rindam XVII Ifar Gunung, Sentani), kompleks AURI dan lainnya untuk memastikan semua pengungsi ini dalam keadaan sehat. Insyaallah aksi ini akan terus kita lakukan sampai suasana di Papua kembali normal,” jelasnya.


Para pengungsi sedang menunggu keberangkatan di Bandar Udara Sentani. (ACTNews/ Eko Ramdani)


Wahyu menjelaskan ACT terus bekerja sama dengan posko-posko yang ada di beberapa titik di Papua. Di Yonif 751 dan Rindam Sentani misalnya, bantuan logistik berupa beras, sembako, dan susu untuk para pengungsi telah didistribusikan. Termasuk juga layanan bantuan medis dan psikososial.

"Dengan Yonif dan Rindam kita bentuk Dapur Umum (DU), dengan menggunakan fasilitas dapur umum yang dimiliki Yonif dan Rindam. Adapun layanan medis dan psikososial saat ini dilakukan secara mobile dari satu titik ke titik lainnya. Kita juga sudah memotong 2 ekor sapi di Yonif dan 2 sapi di Rindam," jelas Wahyu. Begitupula bantuan-bantuan serupa katanya dilakukan di Wamena, tepatnya di Kodim 1702.

Berdasarkan data dari tim ACT di lapangan, per Sabtu (5/10) masih banyak pengungsi yang bertahan di Papua akibat konflik sosial yang terjadi di Wamena beberapa waktu silam. Sebanyak 5.028 orang masih bertahan di pengungsian-pengungsian di beberapa titik yang telah disebutkan sebelumnya. Sementara dari sumber yang sama, jumlah orang yang sudah meninggalkan Papua telah mencapai 13.035 orang. []

Bagikan

Terpopuler