ACT Lampung Distribusikan Air Bersih di Pringsewu

Sejumlah desa di Kecamatan Banyumas sangat membutuhkan suplai air bersih. Kesediaan air bersih di wilayah tersebut mulai berkurang akibat musim kemarau.

ACT Lampung Distribusikan Air Bersih di Pringsewu' photo

ACTNews, LAMPUNG – Menanggulangi bencana kekeringan di Indonesia, Aksi Cepat Tanggap Lampung turut mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Humanity Water Tank secara perdana dilepas untuk mendistribusikan air bersih di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Kamis (22/8). Hari itu, konvoi truk dilakukan menuju desa-desa di kecamatan tersebut.

Berdasarkan hasil asesmen tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Pringsewu, sejumlah desa di Kecamatan Banyumas sangat membutuhkan suplai air bersih. Kesediaan air bersih di wilayah tersebut mulai berkurang akibat musim kemarau. 

Di Kecamatan Banyumas, kemarau panjang menyebabkan sumur dangkal warga mengalami kekeringan. Warga pun harus mengambil air dari sungai yang letaknya lumayan jauh dari tempat tinggalnya. Selain itu, kemarau juga berimplikasi pada menurunya pendapatan masyarakat petani karena kekeringan melanda lahan mereka. Bahkan, tidak sedikit tanaman padi yang mengalami kekeringan dan gagal panen.


“Ada lebih dari 1.500 kepala keluarga yang membutuhkan air bersih di tiga wilayah, yakni pekon (setingkat desa) Sriwungu, Banjar Sari, dan Umbul Kurung. Diperkirakan jumlah keluarga yang membutuhkan lebih banyak karena asesmen belum menjangkau semua pekon” jelas Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni, Kamis (22/8).

Pada pelepasan Humanity Water Tank ACT Lampung, hadir pula Pemerintah Kabupaten Pringsewu yang diwakili pejabat kelurahan, kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD Pringsewu. Humanity Water Tank bergerak dari Tugu Bambu Rest Area Pringsewu, yang merupakan pintu gerbang Ibu Kota Kabupaten Pringsewu, menuju Desa Banjar Sari, Kecamatan Banyumas untuk menyalurkan air bersih.

Menurut Dian, aksi ini diharapkan dapat lebih banyak mengajak masyarakat dalam menangani kekeringan di sejumlah daerah. Sebab, kata Dian, kekeringan dapat berdampak pada generasi mendatang hingga menyebabkan lost generation.

“Diharapkan masyarakat dapat bahu membahu mengatasi kekeringan di Provinsi Lampung dengan memberikan suplai air bersih dan membangun sumur keluarga maupun sumur dalam. Untuk itu konvoi water tank ini diharapkan mengajak masyarakat akan bahaya kekeringan untuk masa kini dan generasi masa depan,” tutupnya.[]

Bagikan