ACT Malang Bersama Tim SAR Gabungan Bantu Pencarian Korban Tenggelam

Tim Disaster Emergency and Recovery Management (DERM) Aksi Cepat Tanggap Malang turut melakukan pencarian korban tenggelam bersama dengan tim SAR gabungan, Rabu (19/8).

ACT Malang Bersama Tim SAR Gabungan Bantu Pencarian Korban Tenggelam' photo
Tim DERM - ACT Malang saat persiapan evakuasi bersama Tim SAR gabungan, Rabu (19/8). (ACTNews)

ACTNews, MALANG Tim Disaster Emergency and Recovery Management (DERM) Aksi Cepat Tanggap Malang turut melakukan pencarian korban tenggelam bersama dengan tim SAR gabungan, Rabu (19/8). 

Samsul Arifin (26), warga jalan Kalianyar Kelurahan Wonokoyo, Kedungkandang tenggelam di sungai Metro, sekitar jembatan Bumiayu, Jalan Parseh Jaya, Kedungkandang Kota Malang pada Ahad (16/8).

Setelah dilakukan selama sekitar tiga hari pencarian, jasad Samsul ditemukan. “Korban tenggelam ditemukan di Dam Blobo, tepatnya di salah satu pusaran air di Kepanjen, Kabupaten Malang. Sekitar 18 kilometer dari tempat dilaporkan hanyut,” jelas anggota Tim DERM - ACT Malang Richi Ardiansyah. Selain personel, Tim DERM - ACT juga memberikan dukungan berupa perahu karet dan 25 kilogram beras untuk kebutuhan dapur umum.

Proses evakuasi cukup menantang karena korban berada dalam pusaran air terjun. Beruntung dalam dua jam setelah ditemukan, korban berhasil diangkat dan dimasukkan ke kantong jenazah.

Dari keterangan ayah korban, M. Ali (58), kronologi kejadian tenggelamnya Samsul Arifin diawali saat sedang berburu burung bersama. Setiba di lokasi mereka langsung menebar umpan dan perangkap. Usai menebar umpan, Arifin mencuci kaki dan tangan di sungai, sedangkan ayahnya menunggu di tepian sungai. Nahas, korban tergelincir lalu tercebur ke sungai dan hanyut terbawa arus.[]


Bagikan