ACT-MRI NTT Seberangi Jembatan Nyaris Ambruk Tembus Wilayah Sulit Akses

Akses sulit tidak menyurutkan semangat tim ACT dan relawan untuk mendistribusikan bantuan kepada penyintas banjir di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Jembatan yang hampir ambruk dilalui tim demi mengantarkan bantuan pangan ke wilayah yang sulit diakses.

Relawan Masyarakat Relawan Indonesia-Aksi Cepat Tanggap Belu melewati jembatan Benenain yang nyaris ambruk untuk mengantar bantuan pangan kepada penyintas bencana di Kecamatan Malaka Barat, Selasa (13/4/2021). (ACTNews/Ubaidillah)

ACTNews, MALAKA – Kabupaten Malaka menjadi salah satu wilayah di Nusa Tenggara Timur yang terdampak parah banjir bandang, Sabtu (3/4/2021). Selain merendam rumah warga, banjir juga membuat jembatan Benenain hampir ambruk. Akses ke wilayah Kecamatan Malaka Barat pun terputus. 

Wahidin dari Relawan Masyarakat Indonesia-Aksi Cepat Tanggap Belu mengatakan,  jembatan Benenain miring sekitar 45 derajat dan hampir ambruk. Jembatan masih bisa dilewati dengan jalan kaki dan dilintasi pesepeda motor.

Selasa (13/4/2021) Dari Belu, Atambua, tim harus menempuh waktu kurang lebih empat jam karena harus memutar menuju Betun, Malaka. Jarak sejauh 60 kilometer ditempuh tim dua kali lebih lambat karena Jembatan Benenain terputus. Dari Betun ke Malaka Barat tim masih menempuh 1,5 jam perjalanan lagi.


“Sudah 10 hari sudah sejak awal bencana, belum ada bantuan yang menyapa penyintas di Kecamatan Malaka Barat. Hari ini (Selasa) meski akses ke kecamatan tersebut sulit, kami berikhtiar agar bantuan sampai ke tangan yang tepat. Sehingga penyintas di wilayah sulit akses dapat menerima bantuan yang sama dengan penyintas lain. Mobil pengangkut bantuan tidak bisa lewat, akhirnya bantuan diangkut pakai gerobak,” kata Wahidin.


Relawan MRI-ACT mempersiapkan bantuan untuk ke Kecamatan Malaka Barat. (ACTNews/Muhamad Ubaidillah)

Wahidin melanjutkan, jika tidak nekat menyeberangi jembatan yang sudah hampir ambruk, penyintas yang terisolir tidak akan pernah mendapatkan bantuan. Menurut Wahidin, banyak donatur enggan menyebrang jembatan Benenain, sehingga bantuan hanya terdistribusi kepada penyintas yang berada di Kecamatan Malaka Tengah yang berada di wilayah sebelum jembatan.

Bantuan berupa bahan pangan seperti beras, minyak goreng, lauk pauk, susu, garam, dan biskuit didistribusikan kepada penyintas banjir di Malaka Barat. Selain bahan pangan, penyintas juga menerima bantuan sandang berupa pakaian sehari-hari.[]