ACT - MRI Sumut Tinjau Jembatan Putus di Labuhanbatu

ACT - MRI Sumut Tinjau Jembatan Putus di Labuhanbatu

ACTNews, SUMATERA UTARA - Sebuah jembatan di Labuhanbatu putus diterjang arus banjir besar pada Ahad (16/12). Tak ayal, 13 orang yang sedang melintas pun sempat terhempas ke derasnya Sungai Bilah. Jembatan itu terletak di Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Tim Aksi Cepat Tanggap Sumatera Utara (ACT Sumut) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Labuhanbatu turun ke lokasi untuk meninjau kondisi lokasi terdampak dan warga sekitar. Salah seorang relawan, Mardiyabti, mengabarkan, sampai kedatangannya di lokasi, permukaan air masih meninggi dan tercatat sekitar 36 keluarga masih mengungsi karena rumah mereka tergenang air.

“Tidak ada korban jiwa, hanya saja 12 unit kendaraan bermotor dilaporkan hanyut. Memang ketika peristiwa itu terjadi, ada beberapa warga yang melintasi jembatan itu. Warga yang sempat terhempas sudah terselamatkan, tetapi kendaraan mereka tidak bisa karena arus sangat deras,” ungkap Mardiyabti.

Sembari melakukan peninjauan, tim juga sempat mendistribusikan pangan kepada warga terdampak yang berada di tenda pengungsian. “Alhamdulillah kami membawa sedikit bantuan yang insyaAllah bisa meringankan beban mereka. Kami tahu barang logistik pasti terbatas jumlahnya di saat-saat genting seperti ini,” kata Mardiyabti.  

Ia menambahkan, hingga sekarang warga terdampak di tenda pengungsian maupun yang sudah pulang ke rumah masih membutuhkan bantuan. Utamanya pelayanan kesehatan karena sudah mulai banyak warga yang mengeluh menderita sakit, mulai dari masuk angin, demam, hingga gatal-gatal.

“InsyaAllah, secepatnya tim ACT akan kembali lagi ke lokasi untuk memenuhi kebutuhan itu, sekaligus menyapa warga yang sudah pulang ke rumah, jadi tidak hanya yang berada di tenda pengungsian,” kata Mardiyabti. []