ACT NTB Dukung Donor Darah di HUT ke-1 Pinti

Tim dan relawan Aksi Cepat Tanggap NTB turut mendukung pelaksanaan kegiatan sukarela peringatan HUT ke-1 Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Pinti) NTB.

ACT NTB Dukung Donor Darah di HUT ke-1 Pinti' photo
Sejumlah warga mendonorkan darah dalam kegiatan baksi sosial hari ulang tahun Perhimpunan Indonesia Tionghoa (PINTI) NTB di Epicentrum Mall Mataram, Lombok, Selasa (9/12). (ACTNews)

ACTNews, MATARAM Aksi Cepat Tanggap (ACT) Nusa Tenggara Barat (NTB) turut mendukung kegiatan kemanusiaan donor darah dan pemeriksaan kesehatan dalam rangka peringatan HUT ke-1 Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Pinti) NTB di Epicentrum Mall Mataram, Ahad (8/12). Hampir 500 orang mendonorkan darahnya pada kegiatan ini.

Ketua Pinti NTB Alwan S. Thio dalam sambutannya mengatakan, Pinti NTB meminta PMI, IWAPI, ACT, dan WALHI turut membantu pelaksanaan donor darah dalam kegiatan bakti sosial kali ini. “Kami juga berharap, kolaborasi kita tetap berlangsung ketika membantu saat bencana. Kita ambil bagian meringankan beban sesama,” kata Alwan.

Pada kesempatan yang sama, ACT juga memberikan penghargaan kepada lembaga yang berdedikasi untuk kemanusiaan yaitu Pinti NTB, Iwapi NTB, PMI NTB, dan Walhi NTB.

Kepala Cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian mengatakan, ACT menaruh apresiasi kepada Pinti NTB karena kiprahnya yang sudah banyak dalam bidang kemanusiaan dalam usia yang relatif muda. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Pinti tentu mendorong kekompakan masyarakat dan bangsa Indonesia dalam bingkai NKRI. ACT sebagai lembaga kemanusiaan mendukung dan siap berkolaborasi dengan segenap pihak yang peduli kepada kemanusiaan. Kemanusiaan akan menyatukan kita tanpa sekat. Cukup menjadi manusia untuk peduli kemanusiaan,” ungkap Alfian.

Acara yang berlangsung sejak pukul 10.00 Wita sampai pukul 15.00 Wita itu berlangsung sangat meriah. Anggota Pinti memberikan sejumlah hiburan dan juga membagikan doorprize.

Selain turut dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan dan donor darah, ACT NTB juga diminta memaparkan materi Pengurangan Resiko Bencana (PRB) bersama dengan WALHI NTB.

NTB merupakan wilayah yang dilalui cincin api atau jalur dapur magma gunung api. Hal ini tidak menutup kemungkinan Pulau Lombok akan mengalami gempa vulkanik atau tektonik yang diakibatkan pergeseran lempeng bumi dan gunung api. Jadi kita harus bersiap-siap bila sewaktu-waktu hal tersebut terjadi,” tutup Alfian. []