ACT Pasok Kebutuhan Pangan Korban Banjir Pasaman

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Pasaman mengakibatkan warganya kini kesulitan. ACT merespons kejadian ini dengan mengirimkan pasokan logistik berupa kebutuhan pangan, obat-obatan, hingga selimut.

ACT Pasok Kebutuhan Pangan Korban Banjir Pasaman' photo
Pendistribusian kebutuhan pangan disambut anak-anak korban bencana banjir bandang di Pasaman. (ACTNews)

ACTNews, PASAMAN Pascabanjir bandang dan longsor yang menimpa Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman pada Sabtu (15/2) lalu masih membuat warga kesulitan. Sampai saat ini warga masih membutuhkan bantuan, terutama pangan, selimut, hingga obat-obatan.

Untuk itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bukittinggi pada Selasa (18/2) lalu mengirimkan stok logistik, khususnya pangan bagi warga terdampak bencana.

Fadhila Syukra dari Tim Program ACT Bukittinggi mengatakan, bantuan ini diberikan karena warga yang terdampak bencana kini sangat membutuhkan bantuan, khususnya pangan. Kebutuhan selimut juga mendesak karena udara dingin, terlebih saat hujan melanda. “Sejak hari pertama kejadian, kami telah mengirimkan tim untuk membantu masyarakat serta kebutuhan pangan,” jelasnya, Jumat (21/2).

Saat ini, masa tanggap darurat telah diberlakukan pada bencana banjir yang melanda Kabupaten Pasaman ini. Sejak 18 Februari lalu, masa tanggap darurat berlangsung selama dua pekan, atau hingga 2 Maret mendatang. “Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah akan diturunkan untuk pendataan kerugian akibat bencana hidrometeorologi ini,” jelas Riscy Riswandi selaku Ketua Pelaksana BPBD Pasaman.

Akibat banjir Pasaman, satu orang dinyatakan meninggal dunia dan tiga orang lainnya luka-luka. Satu orang lain juga masih dinyatakan hilang, sehingga total korban mencapai lima orang. Permukiman warga juga terendam akibat banjir ini.

Selain di Pasaman, bencana hidrometeorologi juga melanda di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu yang dampaknya cukup besar dan parah ada di Lebak dan Kabupaten Bogor. Banjir bandang diiringi tanah longsor menghantam perkampungan warga serta menutup akses jalan.

Ratusan orang terdampak bencana ini, puluhan di antaranya meninggal dunia. Bahkan, warga kini masih banyak yang mengungsi akibat rumahnya rusak dan tak dapat ditempati kembali.[]


Bagikan